Kata ini tercatat dalam kamus Bausastra Jawa tahun 1939.[9] Penggabungan kata "jalok diencuk" (minta disetubuhi) kemudian melahirkan umpatan yang bernada sangat vulgar.
Namun, seiring berjalannya waktu, kata yang dulunya tabu ini mengalami ameliorasi atau pergeseran makna ke arah yang lebih positif dan netral di kalangan komunitas penggunanya.
Bagi arek-arek Suroboyo, "Jancuk" bukan lagi sekadar makian. Kata ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan budaya mereka yang egaliter, spontan, dan terbuka.
Budayawan Sudjiwo Tejo bahkan mempopulerkan "Jancuk" ke level filosofis melalui komunitas "Republik Jancukers".
Ia menganalogikan "Jancuk" seperti sebilah pisau. "Fungsi pisau sangat tergantung dari user-nya dan suasana psikologis si user. Kalau digunakan oleh penjahat, bisa jadi senjata pembunuh. Kalau digunakan oleh seorang istri yang berbakti pada keluarganya, bisa jadi alat memasak," ujarnya.
Kini, "Jancuk" bisa menjadi ekspresi untuk berbagai macam perasaan. Bisa untuk menunjukkan kemarahan ("Cok, gak usah cekel-cekel!"), kekaguman ("Wih, apik'e, Cok!"), atau sekadar sapaan akrab untuk teman dekat ("Cuk, nandi kon?").
Fleksibilitas makna inilah yang membuat "Jancuk" unik dan terus hidup, dari sebuah kata umpatan menjadi penanda keakraban yang khas Jawa Timuran.
Meta Deskripsi: Menelusuri asal-usul kata 'Jancuk' yang penuh misteri, dari dugaan nama tank Belanda, serapan bahasa asing, hingga evolusi maknanya dari umpatan tabu menjadi simbol keakraban dan identitas budaya Arek Suroboyo.
Baca Juga: Bella Anjani Mahasiswi IKADO Surabaya Dorong Generasi Z LAWAN 'Narsisme' dengan Buku Ilustrasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
-
Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar
-
Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas