- Insiden penambang tertimbun longsor di Magetan harus menjadi pembenahan jangka panjang.
- Peristiwa ini merupakan gambaran mengenai tata kelola pertambangan yang masih terjebak dalam logika eksploitasi serta administratif saja.
- Kelengkapan administrasi perizinan pertambanganan bukanlah akhir dari tanggung jawab, melainkan pintu masuk dari tata kelola yang lebih manusiawi.
SuaraJatim.id - Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono memberi perhatian terhadap meninggalnya seorang pekerja tambang di Magetan beberapa waktu lalu.
Seorang pekerja tambang galian C di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan dilaporkan meninggal dunia usai tertimbun longsor pada 27 September 2025. Korban tertimpa longsor saat sedang bekerja di area tambang.
Dinas ESDM Provinsi Jatim langsung menutup tambang galian C tersebut dan melakukan investiasi.
Deni mengapresiasi langkah yang dilakukan dinas ESDM Jatim bersama dengan Kementerian ESDM yang langsung merespons usai kejadian memilukan tersebut. Kendati demikian, dia mengingatkan agar ada pembenahan jangka panjang dengan menegakkan tata kelola tambang yang ditopang oleh sistem pengawasan lintas sektor.
Pihaknya menyarankan pengawasan dilakukan secara transparan yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan lembaga independen.
”Penutupan tambang bermasalah di Magetan adalah langkah penting, tetapi bukan akhir dari perjalanan. Ini harus harus diikuti audit menyeluruh, keterbukaan data, dan ketegasan penegakan hukum. Jangan sampai musibah hanya menjadi siklus berita, bukan pelajaran agar tak terulang di kemudian hari,” kata Deni.
Politikus Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu mengingatkan tragedi Magetan ini seharusnya menjadi peringatan terhadap tata kelola pertambangan.
”Dalam musibah itu, bukan hanya seorang pekerja yang kehilangan nyawa, tetapi juga kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan tambang yang selama ini dianggap cukup dengan tumpukan berkas administrasi perizinan,”
Politikus Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu menilai kejadian ini merupakan gambaran mengenai tata kelola pertambangan yang masih terjebak dalam logika eksploitasi serta administratif saja, sedangkan keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan masih terabaikan.
Baca Juga: Pemberlakuan Cukai Rokok SKM 3 Bisa Menguntungkan PAD Jatim
Pihaknya pun mengingatkan agar kejadian tersebut menjadi perhatian Pemprov Jatim untuk meninjau ulang tata kelola pertambangan.
“Musibah tambang di Magetan ini seharusnya menjadi titik balik dari tata Kelola berbasis izin menuju tata kelola berbasis tanggung jawab," katanya.
Kelengkapan administrasi perizinan pertambanganan bukanlah akhir dari tanggung jawab, melainkan pintu masuk dari tata kelola yang lebih manusiawi dan berorientasi pada keadilan ekologis.
"Legalitas tidak boleh mengalahkan moralitas. Setiap meter tanah harus dipertanggungjawabkan tidak hanya di atas kertas administratif, tapi juga di hadapan moral dan generasi penerus,” tegasnya.
Musibah di Magetan menunjukkan bahwa tata kelola pertambangan tidak cukup hanya dengan memastikan kepatuhan formal.
Tidak bisa berhenti di legalitas formal, seperti berkas perizinan yang lengkap, dokumen analisis dampak lingkungan yang rapi, serta laporan administratif saja. Akan tetapi, juga dipastikan pelaksanaannya berjalan dengan aman dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh