- DPRD Jatim menginisiasi terbentuknya panitia khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan evaluasi terhadap kinerjanya.
- Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim akan menelaah kinerja keuangan BUMD dan anak usaha lebih terperinci.
- Masih banyak BUMD yang seret setoran devidennya.
SuaraJatim.id - DPRD Jatim menginisiasi terbentuknya panitia khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan milik pemerintah provinsi tersebut.
Fraksi-fraksi di DPRD Jatim sepakat dengan dibentuknya Pansus BUMD tersebut.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim yang duduk di Komisi C bidang keuangan, Fuad Benardi mengaku akan menelaah kinerja BUMD dan anak usaha lebih terperinci.
Pihaknya ingin membedah secara rinci laporan keuangannya. "Kita ingin membedah kenapa setoran dividen dari BUMD ini masih rendah. Dari sembilan BUMD yang dimiliki Jatim, kontribusinya belum optimal. Dibandingkan dengan Jawa Tengah yang memiliki struktur BUMD serupa, setoran dividennya bisa dua kali lipat,” ujarnya.
Setoran deviden dari BUMD ini dinilai belum sebanding dengan besarnya penyertaan modal dari pemerintah provinsi. “Fraksi PDI Perjuangan akan menelaah BUMD dan anak perusahaannya terkait kinerja serta laporan keuangan," tegasnya.
Selama ini, ada BUMD yang omzetnya besar, tapi keuntungannya rendah. Bahkan, laporan yang diterima Fuad, di bawah 10 persen.
BUMD penyumbang deviden terbesar masih Bank Jatim. Perusahaan ini menyumbang Rp420 miliar untuk Pemprov Jatim dari total pembagian Rp821 miliar pada tahun buku 2024.
Sedangkan BUMD lainnya, masih kecil. Beberapa justru menurun drastis, seperti PT Panca Wira Usaha (PWU) dan PT Jatim Grha Utama (JGU). Data yang didapatkan, PWU hanya mampu menyetor sekitar Rp1 miliar, turun hampir 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
PT JGU juga mengalami penurunan kurang lebih 50 persen tahun ini dibanding 2023. "Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Di tengah upaya efisiensi APBD, BUMD seharusnya bisa menjadi sumber PAD yang kuat, bukan justru membebani,” katanya.
Baca Juga: Wisata Bisa Jadi Mesin Uang Baru untuk Daerah, DPRD Jatim Beri Tips Jitunya
Tidak hanya setoran deviden saja, Fuad juga menyoroti adanya tunggakan setoran laba dari beberapa BUMD sejak 2022 hingga 2024.
“BUMD JGU memiliki permasalahan serius terkait setoran dividen 2022–2024 yang belum tuntas. Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, beberapa direksi justru diperpanjang masa jabatannya. Ini menimbulkan pertanyaan soal mekanisme evaluasi dan akuntabilitas kinerja,” bebernya.
Pengelolaan utang tersebut menjadi perhatian Fraksi PDIP DPRD Jatim. Hal ini menunjukkan lemahnya tata kelola dan pengawasan internal di tubuh perusahaan daerah.
Fuad menyarankan agar BUMD yang tidak produktif dipertimbangkan untuk direstrukturisasi, digabungkan, atau bahkan dilikuidasi jika tidak memiliki prospek usaha.
Pemprov Jatim harus tegas mengambil langkah serius supaya BUMD bisa menjadi penambahan masukan pendapatan asli daerah demi kesejahteraan rakyat.
“Kalau ada BUMD atau anak usaha yang terus merugi dan tidak memberi manfaat ekonomi bagi daerah, lebih baik ditutup saja. Tapi bagi yang kinerjanya baik, seperti Bank Jatim atau BUMD air bersih yang sudah menunjukkan peningkatan, perlu diperkuat dan diperluas kontribusinya,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
3 Fakta Tragedi Sungai Ponorogo, 4 Bocah Bersaudara Tewas Tenggelam!
-
CSR BRI Peduli Wujudkan Bersih-Bersih Pantai di Bali untuk Lingkungan Berkelanjutan
-
5 Fakta Suami Kades di Pasuruan Jadi Otak Pembobolan Kantor Desa, Residivis Narkoba!
-
Gempa Rusak 15 Rumah di Pacitan, BPBD Masih Kumpulkan Data!
-
40 Warga di Yogyakarta Dapat Perawatan Medis Usai Diguncang Gempa Pacitan, Begini Kondisinya