-
Erupsi Gunung Semeru sebabkan luka berat dan kerusakan luas.
-
Ratusan warga Lumajang bertahan di pengungsian usai erupsi.
-
Pemerintah perpanjang status awas untuk antisipasi aktivitas lanjutan.
SuaraJatim.id - Dampak erupsi Gunung Semeru terus meluas di wilayah Kabupaten Lumajang, menyusul aktivitas vulkanik yang terjadi beberapa hari lalu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga warga mengalami luka berat dan ratusan hektare lahan pertanian rusak akibat erupsi Gunung Semeru tersebut.
Situasi ini membuat pemerintah daerah memperpanjang langkah tanggap darurat sambil memastikan penanganan korban berjalan optimal.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan ketiga korban luka berat kini dirawat intensif di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.
Menurutnya, selain lahan pertanian seluas 204,63 hektare yang terdampak, terdapat 21 rumah rusak berat serta fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan gardu PLN masing-masing satu unit yang mengalami kerusakan imbas erupsi Gunung Semeru.
Abdul menjelaskan bahwa tiga desa tercatat paling terdampak, yakni Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.
Warga dari wilayah tersebut masih waspada terhadap potensi aktivitas lanjutan erupsi Gunung Semeru yang statusnya tetap berada pada Level IV atau Awas.
Hingga Minggu (23/11/2025), data tim gabungan menunjukkan 528 warga mengungsi ke dua lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah: SMP Negeri 02 Pronojiwo (307 jiwa) dan SDN 04 Supiturang (221 jiwa).
“Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja,” ujar Abdul, Senin (24/11/2025).
Sejumlah bantuan logistik telah disalurkan BNPB untuk meringankan beban para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi 300 matras, 300 terpal, 300 selimut, 200 boks masker medis, 200 paket plastik sampah, serta 150 paket alat kebersihan.
Adapun bantuan pangan terdiri dari 1.000 makanan siap saji dan 200 paket sembako.
“Penyerahan bantuan dilakukan bersama BNPB dan Komisi VIII DPR RI,” kata Abdul.
Badan Geologi Kementerian ESDM sebelumnya mencatat letusan terjadi pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB, dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter. Awan panas tercatat meluncur sejauh tujuh kilometer ke arah utara dan barat laut. Aktivitas tersebut terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 16 menit 40 detik.
Meski aktivitas erupsi berakhir pada pukul 18.11 WIB, pemerintah daerah masih menetapkan Status Tanggap Darurat hingga 26 November karena potensi perubahan aktivitas erupsi Gunung Semeru. (Antara)
Berita Terkait
-
Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik
-
BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla
-
Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana
-
Muktamar ke-35 NU Resmi Ditutup, Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Kini Berubah
-
Gus Kikin Ingin Gerak Cepat, Struktur Baru PBNU Ditargetkan Rampung Sebulan
-
Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja