Gunung Semeru mengalami 12 kali erupsi pada Selasa malam dengan kolom abu setinggi 800 meter dan lontaran lava pijar, terekam seismogram berdurasi dua menit delapan detik dengan amplitudo 22 mm.
Gunung Semeru kini berstatus Level III (Siaga), sehingga masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan serta radius lima kilometer dari puncak demi menghindari bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru guna meminimalisir risiko dampak erupsi yang masih berlangsung.
SuaraJatim.id - Lagi dan lagi, Gunung Semeru mengeluarkan panas buminya pada Selasa 6 Januari 2026 malam. Saat ini terjadi erupsi disertai letusan setinggi 800 meter di atas puncak.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu juga lontaran lava pijar pada Selasa malam ini.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dilansir dari Antara.
Menurutnya kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara dan erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 2 menit 8 detik.
"Erupsi masih berlangsung saat laporan ini sedang dibuat oleh petugas," tuturnya.
Berdasarkan data petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 12 kali erupsi dengan erupsi perdana terjadi pada pukul 08.07 WIB dan erupsi ke-12 pada pukul 20.29 WIB dengan tinggi letusan bervariasi 400 meter hingga 800 meter
Ia menjelaskan bahwa Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan rekomendasi
"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," katanya.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Beruntun 3 Kali, Kolom Abu Capai 600 Meter
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.
Ia menjelaskan masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan petugas selalu memantau aktivitas Gunung Semeru baik laporan dari petugas PPGA Semeru maupun melalui CCTV.
"Kondisi malam ini, Gunung Semeru erupsi disertai lontaran lava pijar dari puncak kawah Jonggring Saloko sampai 3/4 dari ketinggian Gunung Semeru 3.676 mdpl," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi semua rekomendasi petugas seiring dengan status Gunung Semeru yang masih siaga.
Berita Terkait
-
Gunung Semeru Erupsi Beruntun 3 Kali, Kolom Abu Capai 600 Meter
-
Semeru Terus Menggeliat: Gempa Letusan Dominasi Aktivitas, Warga Diminta Waspada Penuh!
-
Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Semburan Kolom Abu Capai 1 Kilometer
-
Kronologi Lansia Ditabrak Kereta Api Sritanjung di Lumajang, Begini Kondisinya
-
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam Sehari, Waspada Ancaman Awan Panas untuk Warga Lumajang!
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik