- Gunung Semeru mencatat 32 kali gempa letusan dalam enam jam pada Senin (5/1) dini hari, menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan.
- PVMBG menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga karena intensitas kegempaan yang tinggi dan terus meningkat.
- Masyarakat dilarang keras beraktivitas pada jarak 13 km dari puncak di sektor tenggara Besuk Kobokan dan radius 5 km dari kawah.
SuaraJatim.id - Gunung Semeru, sang Mahameru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Dalam beberapa pekan terakhir, gempa letusan atau erupsi menjadi fenomena yang mendominasi, menandakan bahwa dapur magma gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih sangat aktif.
Data terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Lumajang menunjukkan intensitas yang patut diwaspadai oleh seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar lereng gunung.
Pada Senin (5/1) dini hari hingga pagi, tepatnya pukul 00.00-06.00 WIB, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan adanya 32 kali gempa letusan.
Gempa-gempa ini terekam dengan amplitudo antara 10-23 mm dan durasi yang cukup panjang, berkisar antara 66 hingga 163 detik. Angka ini menunjukkan frekuensi letusan yang tinggi dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Selain gempa letusan, tercatat pula dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan durasi 29-45 detik, serta satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 8 mm selama 116 detik.
Aktivitas tektonik juga terdeteksi dengan dua kali gempa tektonik jauh, mengindikasikan pergerakan lempeng yang mungkin memengaruhi stabilitas gunung.
Data kegempaan selama 24 jam pada Minggu (4/1) bahkan lebih mencengangkan, dengan total 151 kali gempa letusan/erupsi.
Angka ini diperkuat dengan 10 kali gempa guguran, 21 kali gempa embusan, tiga kali harmonik, dan lima kali gempa tektonik jauh.
Baca Juga: Banjir Lahar Gunung Semeru Rusak Puluhan Rumah di Lumajang, Warga Diminta Mengungsi
Intensitas gempa letusan yang mencapai ratusan kali dalam sehari ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan di dalam tubuh Semeru terus meningkat.
Secara visual, meski kadang tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang masih teramati, membubung setinggi 200-300 meter dari puncak.
Melihat kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Semeru pada Status Level III atau Siaga. Status ini bukan tanpa alasan, mengingat potensi bahaya yang mengintai.
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Pertama, masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Ini adalah zona merah yang sangat berbahaya karena berpotensi menjadi jalur utama awan panas dan aliran lahar.
Lebih lanjut, di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret