- Janda dua anak di Blitar terjun ke Sungai Brantas usai pamit dengan ibu.
- Korban didiagnosa depresi tiga tahun dan rutin berobat.
- Tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas lakukan pencarian korban.
SuaraJatim.id - Kasus seorang janda dua anak terjun ke Sungai Brantas menggegerkan warga Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), Selasa (13/1/2026).
Perempuan berinisial DP (35) itu nekat melompat ke Sungai Brantas setelah memarkir sepeda motornya di tepi sungai. Aksi tersebut diduga kuat dipicu kondisi depresi yang telah dialami korban selama bertahun-tahun.
Sebelum melompat, DP terlihat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Tak lama kemudian, ia menghentikan kendaraannya di pinggir Sungai Brantas, lalu langsung menceburkan diri ke aliran sungai yang deras.
Kapolsek Sanankulon, AKP Nurbudi Santosa, mengungkapkan bahwa korban sempat berpamitan kepada ibunya sebelum meninggalkan rumah. Dalam percakapan tersebut, DP menyampaikan niatnya untuk mengakhiri hidup.
“Dugaan awal depresi sudah 3 tahun. Saat meninggalkan rumah, pamit ibunya mau bunuh diri dan langsung meninggalkan rumah. Status korban janda dua anak,” kata AKP Nurbudi Santosa, dikutip dari BeritaJatim.
Informasi yang dihimpun kepolisian menyebutkan bahwa selama tiga tahun terakhir DP memang didiagnosa mengalami depresi. Ibu dua anak itu rutin menjalani perawatan di Puskesmas Sananwetan.
Kondisi kesehatan mental tersebut diduga menjadi faktor utama yang mendorong korban melakukan aksi nekat tersebut.
Saat tiba di lokasi, DP memarkir sepeda motornya di jalan dekat rumah warga. Setelah itu, ia berjalan menuju bibir sungai dan turun ke tepian Sungai Brantas. Warga yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan.
“Perempuan tersebut diketahui datang, kemudian memarkir sepeda motornya di jalan dekat rumah warga, dan selanjutnya turun dan menuju ke pinggir sungai Brantas,” tegas AKP Nurbudi Santosa.
Upaya penyelamatan sempat terjadi ketika DP berpegangan pada akar pohon di tepi sungai. Namun, pegangan tersebut akhirnya dilepaskan.
“Saat itu korban masih memegang akar pohon untuk bertahan, saat warga berusaha memberi pertolongan dan jarak sudah dekat korban diduga melepas pegangan tersebut,” bebernya.
Hingga kini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. Petugas gabungan dari TNI, Polri, serta Basarnas Trenggalek dikerahkan untuk menyisir aliran Sungai Brantas guna menemukan keberadaan DP.
Berita Terkait
-
Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo
-
Ledakan di Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan dan Kendaraan Rusak
-
63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang
-
Khofifah: Batik Jatim Bukan Sekadar Warisan Budaya, tapi Penggerak Ekonomi
-
Aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Balai Kota Malang
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?
-
Polda Jatim dan BNNP Gerebek Kampung Kunti, 19 Pria Diamankan!
-
Survei Piramida Research: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo-Gibran Naik Menjadi 60,4 Persen
-
Didakwa Palak Izin Tambang dan Air Tanah Rp4,09 Miliar, Mantan Kadis ESDM Jatim Tak Ajukan Eksepsi
-
Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi