-
Kasus HIV/AIDS di Bondowoso tembus 1.483 orang dan status darurat.
-
DPRD dorong screening ASN dan pesantren untuk pencegahan.
-
Edukasi dan fasilitas kesehatan dinilai kunci tekan penularan.
SuaraJatim.id - Kasus HIV/AIDS di Bondowoso kian mengkhawatirkan dan dinilai telah masuk zona darurat. Hingga akhir 2025, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di daerah tersebut tercatat mencapai 1.483 orang.
Angka itu bertambah 155 kasus baru sepanjang tahun lalu, menandakan laju penularan HIV/AIDS di Bondowoso masih tinggi dan membutuhkan langkah penanganan yang lebih serius.
Data terbaru HIV/AIDS di Bondowoso itu dipaparkan oleh Pokja TB-HIV bersama Dinas Kesehatan Bondowoso dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Bondowoso ke Dinas Kesehatan.
Dalam forum tersebut, DPRD menegaskan penanganan HIV/AIDS di Bondowoso tidak lagi cukup dibahas dari sisi anggaran, melainkan harus berfokus pada strategi konkret di tengah menurunnya dukungan pendanaan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan.
“Bukan lagi bicara anggaran kecil, tapi bagaimana strategi menghadapi kondisi ini. Penguatan screening dan sosialisasi harus diperluas,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Salah satu usulan yang mengemuka adalah memperluas screening TB-HIV dengan menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bondowoso sebagai bentuk tanggung jawab dan keteladanan pemerintah daerah.
Selain ASN, lingkungan pondok pesantren juga diusulkan menjadi sasaran prioritas pencegahan. Abdul Majid menilai pesantren perlu mendapatkan perhatian khusus agar santri terlindungi dari penyakit menular.
“Pesantren harus kita jaga dan kita amankan, agar para santri terbebas dari penyakit yang diindikasi berbahaya,” tegasnya.
Ketua Pokja TB-HIV Kabupaten Bondowoso, Funky Indraayu Shanti, memaparkan rincian 155 kasus baru HIV/AIDS sepanjang 2025.
Dari jumlah tersebut, terdapat 4 anak usia di bawah 4 tahun, 5 remaja usia 15–19 tahun, 14 orang usia 20–24 tahun, 106 orang usia produktif 25–49 tahun, serta 26 orang berusia di atas 50 tahun. Menurutnya, kasus pada balita umumnya terjadi akibat penularan dari ibu.
Funky menjelaskan, anak yang lahir dari ibu dengan HIV tetap berpeluang lahir negatif jika sejak awal ibu menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin.
“Bisa karena baru mengetahui statusnya, tidak rutin minum obat, atau putus obat,” jelasnya.
Sementara pada kelompok remaja, penularan dipengaruhi perilaku berisiko, termasuk fenomena lelaki seks lelaki (LSL) yang disebut semakin meningkat.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Bondowoso, Goek Fitri Purwandari, menyampaikan pihaknya terus melakukan tracing, tracking, dan sosialisasi. Saat ini terdapat 12 fasilitas kesehatan di Bondowoso yang melayani ODHA untuk mendapatkan obat ARV secara gratis sesuai standar operasional.
Berita Terkait
-
7 Tempat Wisata Viral di Bondowoso yang Paling Hits, View Indah Cocok Buat Healing
-
Bukan Semalam, Berapa Lama Pembangunan Candi Prambanan? Katedral Koln Butuh Waktu 600 Tahun Lebih
-
Kreatif! Warga Bondowoso Sulap Sampah Jadi Tabungan dan Pupuk Organik
-
5 Fakta Perundungan Siswa di Bondowoso: Dikeroyok di Tengah Sawah, 6 Tersangka Diciduk!
-
Tes HIV di Apartemen Mares 3 Depok Diwarnai Ketegangan
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Istri Pergi Beli Makan, Kakek di Ngawi Tewas Terjebak Kobaran Api di Rumah
-
Puluhan Pengendara di Tulungagung Terjaring Razia Pajak, Ada yang Langsung Bayar di Tempat
-
Maut di Lajur Lambat: Tragedi Honda City Hantam Truk Gandeng di Tol Jomo
-
Mahasiswa Unair Desak Pemerintah Jalankan 7 Tuntutan Ekonom
-
Perbankan Nasional Masih Mampu Jalankan Peran sebagai Penggerak Ekonomi dari Penyaluran Kredit