-
Pencurian sekolah di Ponorogo terjadi pagi hari dan kantor ditemukan rusak.
-
Polisi temukan samurai bengkok, pelaku masih diburu.
-
Kerugian capai sepuluh juta, CCTV tak merekam.
SuaraJatim.id - Kasus pencurian terjadi di SMK Al Inabah Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (11/2/2026). Pelaku bahkan meninggal samurainya usai mengacak-ngacak sekolah tersebut.
Peristiwa pencurian itu pertama kali diketahui guru yang datang untuk memulai kegiatan sekolah. Saat membuka kantor, kondisi ruangan sudah berantakan dan sejumlah fasilitas dilaporkan rusak.
Pihak sekolah langsung melapor ke polisi. Petugas menemukan berbagai kerusakan, termasuk banner di bagian depan sekolah, neon box, hingga kamera pengawas.
Berikut fakta-faktanya.
1. Guru Temukan Kantor Sudah Acak-acakan
Guru yang tiba di lokasi pada pagi hari mendapati situasi tidak biasa. Pintu kantor memang dalam keadaan terkunci, namun setelah dibuka, bagian dalam ruangan sudah porak-poranda.
Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar sempat terganggu. Pihak sekolah kemudian memastikan beberapa barang hilang, sementara sejumlah fasilitas lain mengalami kerusakan.
2. Polisi Temukan Samurai Bengkok
Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan sebilah samurai dalam kondisi bengkok di dalam kantor. Senjata tajam itu diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.
“Alat ditemukan sebilah samurai, diduga milik pelaku. Pelaku masih dalam penyelidikan. CCTV hanya live view tidak bisa merekam,” ungkap Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, dikutip dari BeritaJatim.
3. Kerugian Ditaksir Rp 10 Juta
Sejumlah barang dilaporkan hilang dari dalam kantor sekolah. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada beberapa fasilitas penting.
“Diduga telah terjadi tindak pidana pencurian dan juga pengrusakan. Barang-barang yang hilang, diantaranya ada teko dan kamera. Termasuk yang dirusak neon box dan kamera CCTV juga. Ditaksir kerugian kurang lebih Rp 10 juta,” kata AKP Yudha.
Berdasarkan hasil sementara olah TKP, kejadian diperkirakan berlangsung antara pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Polisi kini mendalami bagaimana pelaku bisa masuk dan keluar tanpa jejak rekaman.
“Polsek Babadan koordinasi dengan Satreskrim Polres Ponorogo untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pengrusakan dan pencurian ini,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Apresiasi Sumedang Dukung Sekolah Rakyat Hingga Orkestrasi Perlinsos Digital
-
Wamensos Agus Jabo Kawal Kesiapan Tiga Daerah Ajukan Sekolah Rakyat
-
Penampilan Siswa Bikin Orang Tua Haru, Gus Ipul: 1 Tahun di Sekolah Rakyat Jadi Lebih Percaya Diri
-
Pura-pura Jadi Petugas Provider, Pelaku Pencurian Tower BTS di Tangerang Diringkus Polisi
-
KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya
-
JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?
-
Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk
-
Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut
-
Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi