- Kenaikan harga plastik di Surabaya memicu maraknya aktivitas pemilahan sampah liar oleh pemulung di area sekitar TPS.
- Dinas Lingkungan Hidup Surabaya memperketat pengawasan di sekitar TPS untuk mencegah penumpukan sampah akibat praktik pemilahan ilegal.
- Pemerintah Kota Surabaya mengarahkan warga mengelola sampah plastik bernilai ekonomis melalui enam bank sampah induk yang tersedia.
SuaraJatim.id - Kenaikan harga sampah plastik di pasaran memicu lonjakan aktivitas pemulung di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Surabaya.
Kondisi ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya harus memutar otak agar aktivitas pemilahan sampah liar tidak menimbulkan persoalan baru di sekitar TPS.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Surabaya, Muhamad Fikser, mengakui dampak kenaikan harga plastik membuat sampah berbahan plastik menjadi buruan para pemulung.
“Memang harga lagi naik ya mungkin di pasaran ya sama plastik sehingga kemudian hasil pemilahan sampah yang dilakukan di TPS-TPS itu diburu sama pemulung khususnya pemulung sampah itu,” kata Fikser.
Menurut dia, fenomena itu terlihat di sejumlah TPS, termasuk TPS 3R di Surabaya. Plastik-plastik yang sebelumnya dipilah di lokasi kini sudah lebih dulu diambil atau bahkan dipesan oleh pengepul.
“Jadi saya lihat di beberapa TPS kita yang 3R memang sudah dipisahkan. Dan fokusnya ke plastik-plastik. Mungkin karena mahal itu ya,” ujarnya.
DLH mencatat ada sekitar 12 TPS 3R di Surabaya. Di lokasi tersebut, sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis kini hampir tidak pernah menumpuk lama.
“Sehingga kemudian di TPS 3R kami yang jumlahnya ada sekitar 12 TPS itu sudah dipisahkan semua ditumpuk karena sampah plastik itu kalau saya tanya sudah diambil, sudah dipesan sama orang,” jelasnya.
Fikser menyebut, saat ini proses pemilahan sampah justru banyak dilakukan sebelum sampah masuk ke TPS. Kondisi itu dinilai lebih baik karena sampah yang dibuang ke TPS diharapkan tinggal residu.
Baca Juga: Jeratan Pinjol Membuat Persahabatan Dua Satpam Surabaya Berakhir dengan 6 Tikaman Maut
“Tidak ada lagi yang melakukan pemilahan sampah di TPS. Tapi kemudian sebelum masuk di TPS mereka sudah lakukan pemilahan sebelum masuk ke TPS,” katanya.
DLH pun memperketat pengawasan di area sekitar TPS agar tidak muncul aktivitas pemilahan liar yang justru membuat kawasan kembali kotor.
“Jadi, untuk di TPS itu sudah tidak ada lagi pemilahan sampah. Sehingga kemudian kita berharap TPS itu bersih,” ujar Fikser.
Ia mengungkapkan, banyak pemulung yang kini menunggu gerobak sampah datang sebelum membongkar dan memilah sampah plastik di sekitar TPS.
“Karena banyak yang kemudian juga menunggu dari beberapa gerobak atau geledek itu datang terus dibongkar. Makanya di TPS bersih tapi di seputaran TPS itu timbul lagi masalah lagi,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditertibkan agar tidak memicu penumpukan sampah liar di sekitar TPS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gubernur Lemhannas Apresiasi Jatim Jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan Nasional
-
Truk Kontainer Hantam Pohon di Pasuruan, Sopir dan Penumpang Tewas Terjepit
-
Viral Aksi Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Tengah Rapat Bahas Stunting
-
Kas Daerah Situbondo Rp50 Miliar Mendadak Dialihkan ke BTN, DPRD Mulai Cium Aroma Misteri
-
Jeratan Pinjol Membuat Persahabatan Dua Satpam Surabaya Berakhir dengan 6 Tikaman Maut