-
Musim hujan picu puluhan ular masuk permukiman warga Surabaya.
-
BPBD evakuasi 43 ekor, mayoritas jenis sanca.
-
Warga diminta jaga kebersihan cegah kedatangan ular.
SuaraJatim.id - Kemunculan ular di kawasan permukiman warga Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meningkat sepanjang awal tahun 2026 ini. Puluhan laporan diterima petugas setelah hewan melata itu ditemukan masuk rumah, bersembunyi di plafon hingga kamar mandi.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat, total ular yang ditangani mencapai 43 ekor. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan datangnya musim hujan yang membuat sejumlah habitat alami tergenang air.
Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan kemunculan Ular Surabaya tak lepas dari pergerakan mangsanya.
Saat hujan turun, tikus mencari tempat kering dan masuk ke saluran maupun area perumahan, lalu diburu predatornya.
“Mangsa ular berupa hewan tikus pada lari ke got, dikejar lah ke got, masuk ke perumahan. Makanya ada ular yang ditemukan ke rumah, ada yang di plafon, di kamar mandi. Karena mengejar mangsa tadi,” kata Arif, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (13/2/2026).
Petugas mencatat, sebagian besar ular yang diamankan berjenis sanca dengan ukuran tubuh yang beragam. Dalam beberapa kasus, laporan kemunculan berulang bisa terjadi di wilayah yang sama dalam rentang waktu berdekatan.
“Ular jenis sanca itu kan memang sekali bertelur itu bisa banyak ratusan. Jadi biasanya kalau kita menemukan ada laporan sekali di daerah itu gitu, besok beberapa saat lagi akan ada laporan lagi di daerah itu,” ungkapnya.
Meski jumlah temuan cukup tinggi, BPBD memastikan tidak ada warga yang terluka akibat kejadian tersebut. Namun, terdapat laporan ular memangsa hewan ternak milik masyarakat.
“Alhamdulillah enggak ada (yang melukai Warga). Cuma memang ada yang pernah makan binatang ternak,” katanya.
BPBD pun mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah. Area yang dipenuhi semak maupun tumpukan barang berpotensi menjadi tempat berkembang biak tikus, yang pada akhirnya mengundang kedatangan ular.
“Rumah harus dibersihkan, jangan sampai ini ada semak rimbun-rimbun gitu. Karena tikus sukanya di situ, kebersihan lingkungan itu sangat penting,” pungkasnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih didominasi hujan, potensi kemunculan Ular Surabaya di area permukiman diperkirakan masih ada. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hewan tersebut agar bisa ditangani dengan aman.
Berita Terkait
-
Khofifah Jadi Saksi Kasus Hibah Pokir DPRD Jatim
-
Menjaga Detak Masa Lalu: Kisah Kesetiaan di Balik Kios Pasar Antik Jalan Surabaya Menteng
-
Riyan Ardiansyah Jadi Pemain ke-9 yang Dipinjamkan Malut United
-
3 Klub Super League yang Cocok untuk Adrian Wibowo, Salah Satunya Persebaya
-
Pesawat TNI AL Bonanza G36 Crash Landing di Juanda, Awak Selamat dan Hanya Alami Kerusakan Ringan
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
5 Fakta Viral Siswa Disabilitas di Surabaya Diduga Dibully, Wajib Cek CCTV!
-
Santri Demo Kejari Gresik, Buntut Pengasuh Ponpes Ditahan dan Jadi Tersangka Korupsi
-
Pemprov Jatim Awasi Dana Hibah Berlapis, APIP hingga BPK Terlibat
-
5 Fakta Bayi Dibuang di Halaman Rumah Warga Sumenep, Sang Ibu Pendarahan
-
Denada dan Ressa Tak Hadiri Sidang di PN Banyuwangi, Kuasa Hukum Ajukan Perbaikan Gugatan