Riki Chandra
Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:59 WIB
Ilustrasi Ular Piton [Unsplash]
Baca 10 detik
  •  Musim hujan picu puluhan ular masuk permukiman warga Surabaya.

  • BPBD evakuasi 43 ekor, mayoritas jenis sanca.

  • Warga diminta jaga kebersihan cegah kedatangan ular.

SuaraJatim.id - Kemunculan ular di kawasan permukiman warga Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meningkat sepanjang awal tahun 2026 ini. Puluhan laporan diterima petugas setelah hewan melata itu ditemukan masuk rumah, bersembunyi di plafon hingga kamar mandi.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat, total ular yang ditangani mencapai 43 ekor. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan datangnya musim hujan yang membuat sejumlah habitat alami tergenang air.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan kemunculan Ular Surabaya tak lepas dari pergerakan mangsanya.

Saat hujan turun, tikus mencari tempat kering dan masuk ke saluran maupun area perumahan, lalu diburu predatornya.

“Mangsa ular berupa hewan tikus pada lari ke got, dikejar lah ke got, masuk ke perumahan. Makanya ada ular yang ditemukan ke rumah, ada yang di plafon, di kamar mandi. Karena mengejar mangsa tadi,” kata Arif, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (13/2/2026).

Petugas mencatat, sebagian besar ular yang diamankan berjenis sanca dengan ukuran tubuh yang beragam. Dalam beberapa kasus, laporan kemunculan berulang bisa terjadi di wilayah yang sama dalam rentang waktu berdekatan.

“Ular jenis sanca itu kan memang sekali bertelur itu bisa banyak ratusan. Jadi biasanya kalau kita menemukan ada laporan sekali di daerah itu gitu, besok beberapa saat lagi akan ada laporan lagi di daerah itu,” ungkapnya.

Meski jumlah temuan cukup tinggi, BPBD memastikan tidak ada warga yang terluka akibat kejadian tersebut. Namun, terdapat laporan ular memangsa hewan ternak milik masyarakat.

“Alhamdulillah enggak ada (yang melukai Warga). Cuma memang ada yang pernah makan binatang ternak,” katanya.

BPBD pun mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah. Area yang dipenuhi semak maupun tumpukan barang berpotensi menjadi tempat berkembang biak tikus, yang pada akhirnya mengundang kedatangan ular.

“Rumah harus dibersihkan, jangan sampai ini ada semak rimbun-rimbun gitu. Karena tikus sukanya di situ, kebersihan lingkungan itu sangat penting,” pungkasnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih didominasi hujan, potensi kemunculan Ular Surabaya di area permukiman diperkirakan masih ada. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hewan tersebut agar bisa ditangani dengan aman.

Load More