- Jawa Timur mengalami lonjakan trafik data Lebaran 2026 sebesar 28,5%, dengan Malang sebagai pusat volume tertinggi (naik 45,74%).
- Lamongan dan Kediri mencatat pertumbuhan trafik data paling eksplosif di Jawa Timur, mencapai 60,01% dan 56,61% secara berurutan.
- Indosat Ooredoo Hutchison mengelola lonjakan ini menggunakan sistem berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk mengoptimalkan kapasitas jaringan secara real-time.
SuaraJatim.id - Arus mudik Lebaran 2026 tidak hanya memadatkan jalanan, tetapi juga meledakkan lalu lintas data di ruang digital, dengan Jawa Timur tampil sebagai salah satu panggung utama.
Provinsi ini mencatatkan lonjakan trafik data keseluruhan sebesar 28,5% selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H, menandakan pergeseran perilaku pemudik yang kini sangat bergantung pada konektivitas. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melaporkan bahwa area Malang menjadi magnet digital terkuat.
Kawasan Malang Raya mencatat peningkatan volume trafik data tertinggi di Jawa Timur, yakni naik sebesar 45,74% atau setara dengan 120 TB. Angka ini menegaskan posisi Malang sebagai destinasi akhir dan pusat berkumpulnya pemudik.
Namun, fenomena menarik justru terjadi di area sekitarnya. Lamongan mencatatkan persentase pertumbuhan paling eksplosif sebesar 60,01% (103 TB), disusul oleh Kediri dengan kenaikan 56,61% (118 TB). Kombinasi data ini melukiskan gambaran jelas: sementara Malang menjadi pusat volume, kota-kota penyangganya mengalami pertumbuhan konektivitas yang luar biasa pesat.
Ledakan digital di Jawa Timur ini merupakan bagian dari tren nasional, di mana Indosat mencatat lonjakan trafik data secara keseluruhan sebesar 20% lebih tinggi dibanding tahun lalu. Angka ini selaras dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan menjadi ujian nyata bagi kesiapan infrastruktur telekomunikasi.
Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami. Kami bersyukur atas kepercayaan jutaan pelanggan yang mengandalkan jaringan Indosat selama momen mudik yang sangat penting ini. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari transformasi kami menjadi AI-TechCo.”
Di balik layar kesuksesan mengelola lonjakan di Jawa Timur, teknologi kecerdasan buatan (AI) memegang peranan sentral. Sebagai AI-TechCo, Indosat tidak sekadar merespons, melainkan mengantisipasi.
Sistem AI memantau trafik jaringan secara real-time, memprediksi potensi kepadatan di titik-titik krusial seperti Tol Trans-Jawa, stasiun, hingga destinasi wisata di Malang dan sekitarnya, lalu mengoptimalkan kapasitas secara otomatis.
Sistem ini mampu mengidentifikasi potensi kepadatan 60% lebih cepat, memastikan pelanggan yang sedang mengakses YouTube, TikTok, atau melakukan panggilan video via WhatsApp tidak mengalami gangguan.
Baca Juga: Trans Jatim Gratis Saat Lebaran 2026, Warga Bisa Silaturahmi Nyaman Tanpa Biaya
Fahd Yudhanegoro, Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, “Peningkatan trafik yang tinggi di Regional Jawa Tengah menjadi salah satu bukti dari keberhasilan kami dalam menghadirkan jaringan andal di berbagai lokasi prioritas dan jalur mudik. Tentunya hal ini juga menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan pengalaman #LebihBaikIndosat bagi pelanggan kami di Regional Jawa Timur.”
Kesiapan teknologi ini didukung oleh investasi infrastruktur yang nyata. Peningkatan kapasitas di lebih dari 7.000 site, pembangunan lebih dari 1.600 site baru sejak April 2025, dan pengerahan lebih dari 75 Mobile BTS (MBTS) menjadi tulang punggung jaringan.
Di seluruh Indonesia, termasuk di titik-titik vital Jawa Timur, lebih dari 2.500 engineer bersiaga 24/7 di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga untuk menjamin konektivitas jutaan pemudik.
“Bagi Indosat, periode mudik ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang kepercayaan dan keyakinan yang diberikan pelanggan kepada kami di momen-momen yang paling berarti. Kami merasa terdorong oleh jutaan pelanggan yang mengandalkan jaringan kami sepanjang masa mudik. Hal ini mencerminkan transformasi berkelanjutan Indosat sebagai AI-TechCo, seiring kami terus berinvestasi dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia.” tutup Desmond.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Magnet Digital Mudik 2026: Trafik Indosat di Jatim Melejit, Malang Jadi Episentrum Utama
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Banyuanyar Green Smart Village, Bukti Kolaborasi Mampu Ubah Wajah Desa
-
Inovasi BRI: Pengguna GoPay Kini Bisa Cairkan Saldo Tanpa Kartu
-
Geopolitik Global Tekan Pasar Energi, BRI Perketat Manajemen Risiko