- Kecelakaan fatal yang menewaskan pemotor di Pacitan pada 26 Maret 2026 berakhir damai.
- Korban, Diva Tri Herianto dari Brebes, dimakamkan setelah kedua keluarga mencapai kesepakatan resmi.
- Mediasi kekeluargaan terjadi di rumah duka, menghasilkan penerimaan permintaan maaf dari pihak polisi terlibat.
SuaraJatim.id - Kasus kecelakaan tragis yang menewaskan seorang pemotor di Pacitan, Jawa Timur, akhirnya menemui titik damai. Peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik ini berakhir dengan kesepakatan antara keluarga korban dan pihak keluarga anggota polisi yang terlibat.
Insiden yang terjadi pada 26 Maret 2026 itu menjadi sorotan setelah muncul informasi adanya dugaan pengejaran oleh aparat sebelum korban mengalami kecelakaan fatal.
1. Korban Warga Brebes, Dimakamkan di Kampung Halaman
Korban diketahui bernama Diva Tri Herianto, warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Pacitan.
Jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis, 27 Maret 2026, di pemakaman umum desa setempat. Keluarga masih dalam suasana duka dan memilih tidak banyak memberikan pernyataan.
2. Dugaan Pengejaran Jadi Sorotan Publik
Kasus ini ramai diperbincangkan setelah beredar informasi bahwa korban sempat mengalami pengejaran oleh aparat sebelum kecelakaan terjadi. Hal ini memicu perhatian luas dari masyarakat.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada penjelasan rinci secara terbuka terkait kronologi pengejaran tersebut.
3. Mediasi di Rumah Duka Berujung Damai
Baca Juga: Soal Bantuan Korban Gempa Pacitan, Ini Kata Wagub Jatim
Proses perdamaian dilakukan di rumah duka pada Jumat, 27 Maret 2026. Keluarga korban menerima kedatangan istri dari Aipda Rudi yang disebut terlibat dalam insiden tersebut.
Selain itu, sejumlah anggota Satlantas Polres Pacitan turut hadir untuk memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Pertemuan berlangsung tertutup dan penuh haru.
Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga Aipda Rudi menyampaikan permintaan maaf yang kemudian diterima oleh keluarga korban. Kesepakatan damai pun dicapai dan dituangkan dalam dokumen resmi.
Pertemuan diakhiri dengan momen emosional. Kedua belah pihak saling berjabat tangan dan berpelukan sebagai tanda penyelesaian secara kekeluargaan.
4. Polisi Batasi Informasi, Penanganan Satu Pintu
Pihak kepolisian memilih membatasi informasi terkait isi kesepakatan. Seorang anggota Polres Pacitan menyampaikan bahwa hanya Kapolres yang berwenang memberikan pernyataan resmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM