- Pengrajin mebel di Kota Pasuruan kesulitan beroperasi akibat kenaikan harga bahan kimia finishing yang sangat signifikan dan mendadak.
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan menyatakan lonjakan harga terjadi karena ketergantungan bahan baku pada dinamika pasar global.
- Pelaku UKM terpaksa membatasi produksi guna menghindari kerugian finansial karena tidak bisa menaikkan harga jual kepada konsumen.
SuaraJatim.id - Di sebuah sudut bengkel kerja mebel di Kota Pasuruan, aroma kayu jati yang khas biasanya beradu mesra dengan tajamnya bau plitur dan tiner.
Namun belakangan ini, wangi bahan kimia penyelesaian akhir (finishing) itu terasa "sesak" bagi para pengrajin. Bukan karena aromanya, melainkan karena harganya yang kini melambung tak keruan.
Kota Pasuruan, yang selama puluhan tahun menyandang predikat sebagai salah satu lumbung furnitur terbaik di Jawa Timur, kini sedang menghadapi ujian berat.
Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mebel mulai megap-megap menjaga napas operasional mereka akibat meroketnya harga bahan baku pendukung.
Lukman, salah satu pengrajin yang telah bertahun-tahun bergelut dengan serat kayu, kini harus memutar otak lebih keras.
Baginya, kenaikan harga bahan pendukung seperti plitur, cat pelapis, hingga tiner, datang begitu cepat dan sulit diprediksi.
"Kalau dipaksakan produksi terus dengan harga lama, kami bisa rugi. Jadi kadang lebih baik pesanan ditunda atau dibatasi daripada tidak balik modal," keluh Lukman dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ketidakpastian ini menciptakan fenomena "puasa pesanan" di beberapa bengkel. Para pengrajin memilih selektif menerima orderan baru demi menghindari kerugian finansial yang lebih besar akibat biaya produksi yang sulit dikendalikan.
Kenaikan ini bukan tanpa alasan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mencatat adanya lonjakan yang signifikan di tingkat distributor.
Baca Juga: Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, komoditas seperti spirtus dan tiner dalam kemasan drum mengalami lonjakan harga hampir dua kali lipat.
Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, menjelaskan bahwa industri lokal Pasuruan kini sedang terseret arus dinamika pasar global.
"Sebagian bahan kimia ini berasal dari luar negeri. Begitu pasokan dunia terbatas atau pemasok menaikkan harga, dampaknya langsung terasa di bengkel-bengkel rakyat kita," jelas Mulyono.
Meski harga komponen lain seperti kain dan busa relatif stabil, namun bahan kimia tetap menjadi beban utama karena merupakan jantung dari keindahan sebuah furnitur.
Masalahnya tak berhenti di ongkos produksi. Para pengusaha tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual kepada pelanggan.
Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil membuat kenaikan harga produk justru akan menjadi "bunuh diri" komersial.
Berita Terkait
-
Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik
-
Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal
-
Suara di Balik Pintu: Kisah Penemuan Bayi Merah yang Menggetarkan Hati Warga Bangil
-
Siasat Selamatkan UMKM Surabaya: Saat Harga Plastik Melejit 60 Persen, Inovasi Kemasan Jadi Kunci
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan