- Satreskrim Polres Kediri Kota menangkap sepasang kekasih di Bandar Kidul karena memproduksi dan menyebarkan konten pornografi sejak Februari 2024.
- Pelaku menjual video asusila melalui grup eksklusif di aplikasi Telegram untuk membayar cicilan motor serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Akibat perbuatannya, pasangan tersebut kini terancam hukuman pidana berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 terkait pornografi.
SuaraJatim.id - Di balik dinding sebuah kamar kos di kawasan Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kediri, sepasang kekasih mulanya merajut asmara.
Namun, cinta yang seharusnya menjadi ranah privat itu justru diseret ke ruang publik digital demi lembaran rupiah.
Kini, romansa tersebut harus berpindah ke balik jeruji besi setelah Satreskrim Polres Kediri Kota membongkar praktik produksi dan penyebaran konten pornografi yang mereka kelola.
Kasus ini mencuat setelah sebuah rekaman asusila yang diperankan keduanya mendadak viral dan memicu kegaduhan di jagat maya.
Tak butuh waktu lama bagi Unit Resmob dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk mengendus jejak mereka.
Meski sempat mencoba melarikan diri saat digerebek, pelarian sejoli ini terhenti di tangan petugas yang melakukan pengejaran intensif.
Bukan sekadar iseng atau koleksi pribadi yang bocor, aksi pasangan ini nyatanya merupakan bisnis yang terorganisir.
Berdasarkan pemeriksaan intensif, keduanya mengakui telah memproduksi konten tersebut sejak Februari 2024. Mereka memanfaatkan platform pesan instan Telegram sebagai "etalase" gelap untuk menjajakan aksi mereka.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif, mengungkapkan bahwa pelaku mengelola sebuah grup eksklusif yang dihuni oleh ratusan anggota. Di sana, mereka tidak hanya menjual video yang sudah jadi, tetapi juga melayani permintaan khusus atau custom.
Baca Juga: Siasat Umpan TikTok Berujung Jeruji: Bisnis Live Streaming Asusila Berbayar di Bondowoso Terbongkar
"Pelaku menawarkan konten dengan skema harga yang spesifik. Untuk video standar dipatok Rp250.000, namun mereka juga menerima pesanan khusus terkait gaya dan penampilan tertentu sesuai keinginan pelanggan," papar AKP Elyasarif dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Di balik layar produksi yang vulgar tersebut, tersembunyi alasan klasik yang memprihatinkan yakni himpitan ekonomi. Hingga saat ditangkap, keduanya mengaku baru berhasil menjual dua video dengan total keuntungan sebesar Rp500.000.
Uang yang tak seberapa dibandingkan risiko hukum yang menanti itu, menurut pengakuan pelaku, digunakan untuk menyambung hidup.
"Uangnya digunakan untuk membayar cicilan sepeda motor serta memenuhi kebutuhan sehari-hari," tambah Elyasarif.
Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang menjadi saksi bisu perbuatan mereka, mulai dari satu unit ponsel, kartu SIM, hingga setelan pakaian yang dikenakan dalam video viral tersebut.
Kini, nasi telah menjadi bubur. Pasangan ini dijerat dengan Pasal 407 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (KUHP Baru). Aturan ini secara tegas melarang siapa pun untuk memproduksi, membuat, hingga mendistribusikan konten pornografi.
Berita Terkait
-
Siasat Umpan TikTok Berujung Jeruji: Bisnis Live Streaming Asusila Berbayar di Bondowoso Terbongkar
-
Tak Direstui, Pemuda di Jombang Nekat Masuk Kamar Tusuk Kekasih dan Adiknya
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
-
Imigrasi Kediri Deportasi Paksa Dua WNA China yang Langgar Izin Tinggal
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar
-
Bayar Rp546,5 Juta, 17 Calon Jamaah Umrah di Ngawi Kena Tipu, Gagal Berangkat Sesuai Jadwal
-
Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Residivis Gasak Uang Nasabah di Jatim
-
Khofifah Dorong Museum Mpu Tantular Jatim lewat Kolaborasi dengan Rahmat Museum
-
Bikin Anak-Anak Gampang Beli Miras, Toko 'Nakal' di Pemukiman Wonokromo Disegel Satpol PP Surabaya