- Imigrasi Surabaya berhasil memberangkatkan 37.179 jemaah haji resmi melalui Bandara Juanda dengan layanan efisien Makkah Route sepanjang periode 2026.
- Petugas menggagalkan keberangkatan 18 warga yang mencoba berhaji secara nonprosedural melalui rute transit luar negeri selama Mei 2026.
- Para pelaku membayar biaya ratusan juta rupiah untuk modus haji ilegal yang terorganisir dan berisiko tinggi bagi calon jemaah.
SuaraJatim.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menemukan praktik keberangkatan haji nonprosedural dengan biaya ratusan juta rupiah dan modus berlapis.
Sejak Kloter 1 diberangkatkan pada 22 April hingga Kloter 99 pada 17 Mei 2026, sebanyak 37.179 jemaah calon haji Embarkasi Surabaya telah diterbangkan menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Juanda.
Seluruh proses berjalan lancar berkat penerapan layanan Makkah Route, sistem pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan langsung di Indonesia sebelum jemaah berangkat.
Melalui skema tersebut, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi. Proses kedatangan menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien, sekaligus memangkas antrean panjang di bandara tujuan.
Namun di balik kelancaran layanan itu, Imigrasi Surabaya juga menghadapi gelombang upaya keberangkatan haji ilegal yang terus bermunculan.
Selama periode 1 hingga 8 Mei 2026, petugas Imigrasi Surabaya menggagalkan keberangkatan 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak menunaikan ibadah haji secara nonprosedural.
Mereka terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan yang berasal dari berbagai daerah seperti Bangkalan, Sampang, Banjarmasin, Kuala Kapuas, Semarang, Gunungkidul, hingga Bone.
Mereka diketahui mencoba terbang melalui rute Surabaya–Kuala Lumpur lalu melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari berpura-pura menjadi wisatawan ke Malaysia hingga mengaku akan kembali bekerja di Arab Saudi menggunakan visa kerja dan iqomah.
Namun, saat dilakukan pemeriksaan mendalam dan profiling penumpang, petugas menemukan indikasi kuat bahwa tujuan sebenarnya adalah berhaji tanpa jalur resmi.
Baca Juga: Nasib Layanan Pasien Jantung RSUD dr Soetomo Usai Kebakaran: Manajemen Siapkan Skema Darurat
Fakta yang paling mencolok adalah besarnya biaya yang telah disetor para calon jamaah kepada pihak tertentu. Beberapa di antaranya mengaku telah membayar antara Rp200 juta hingga Rp290 juta untuk pengurusan tiket, hotel, visa, tasreh, hingga aplikasi nusuk.
Ironisnya, sebagian dokumen penting bahkan disebut baru akan diberikan setelah mereka tiba di Malaysia atau Arab Saudi.
Praktik ini menunjukkan masih maraknya jaringan pemberangkatan haji nonprosedural yang memanfaatkan tingginya animo masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci, meski tanpa kepastian legalitas.
Dalam salah satu kasus, sistem aplikasi perlintasan keimigrasian bahkan mendeteksi penumpang yang masuk daftar Subject of Interest (SOI).
Penumpang tersebut sebelumnya pernah ditunda keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta karena dugaan serupa. Temuan itu memperkuat dugaan adanya pola terorganisir dalam upaya pengiriman jamaah haji ilegal melalui jalur transit luar negeri.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menegaskan bahwa penguatan pengawasan dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko penipuan maupun persoalan hukum di negara tujuan.
Tag
Berita Terkait
-
Nasib Layanan Pasien Jantung RSUD dr Soetomo Usai Kebakaran: Manajemen Siapkan Skema Darurat
-
Tragedi di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya: WNA India Nekat Gantung Diri 3 Hari Jelang Deportasi
-
Damkar Beber Penyebab Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya
-
Penjelasan RSUD dr Soetomo Mengenai Pasien Meninggal saat Kebakaran di Gedung PPJT
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gubernur Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan & Kebudayaan
-
Detik-detik Cak Ji Gerebek Rumah Ratu Arisan Bodong Surabaya: Keluarga Nyaris Diamuk Biduan
-
Berpura-pura Jadi Turis: Siasat Licin Haji 'Jalur Belakang' Terbongkar di Bandara Juanda
-
Mobil Dilarang Melintas di Bendungan Lahor Mulai 1 Agustus, Ini Alasannya
-
Fakta di Balik Bayi yang Dibuang di Teras Warga: Pelakunya Pasangan Pelajar SMP dan SMA di Jombang