Budi Arista Romadhoni
Senin, 15 Juni 2026 | 18:58 WIB
Suasana santai mimbar terbuka Aliansi Surabaya Menggugat di Taman Apsari Surabaya. (Suara.com/Dimas Angga)
Baca 10 detik
  • Aliansi Surabaya Menggugat menggelar aksi mimbar bebas di Taman Apsari, Surabaya, pada Senin (15/6/2026) untuk memprotes kebijakan pemerintah.
  • Berbagai elemen masyarakat menyuarakan keresahan terkait kenaikan harga kebutuhan pokok, pelemahan ekonomi, serta beban anggaran program pemerintah.
  • Massa menuntut pencabutan UU Polri dan UU TNI karena dinilai mencederai ruang kontrol publik serta memicu praktik militerisme.

Selain itu, mereka menyoroti berbagai proyek eksploitasi sumber daya alam yang dianggap mengancam hak-hak masyarakat adat dan memperkuat praktik militerisme di sejumlah wilayah.

Suasana santai mimbar terbuka Aliansi Surabaya Menggugat di Taman Apsari Surabaya. (Suara.com/Dimas Angga)

Dalam tuntutannya, massa mendesak DPR dan pemerintah mencabut regulasi yang dinilai bermasalah, terutama UU Polri dan UU TNI. Mereka juga meminta reformasi kepolisian dilakukan secara substansial, bukan sekadar perubahan administratif.

Meski berlangsung santai dengan orasi, pembacaan puisi, dan pertunjukan teaterikal, Aliansi Surabaya Menggugat menegaskan aksi tersebut hanyalah langkah awal.

"Aksi hari ini adalah pembuka. Ke depan kami berharap akan ada gerakan yang lebih besar dan lebih masif dari rakyat Surabaya," tegas Ichsan.

Mereka tidak menghitung jumlah peserta yang hadir karena aksi tersebut sengaja dibuka bagi siapa saja yang merasa terdampak oleh kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah saat ini.

Bagi mereka, yang terpenting bukan angka massa, melainkan semakin banyaknya warga biasa yang mulai berani menyuarakan keresahan di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.

Tak hanya memberikan mimbar terbuka untuk masyarakat, massa aksi ini juga mengangkat tinggi-tinggi poster-poster kritikan pada Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Raka Bumi Raka beserta pemerintahannya.

Ratusan poster yang diacungkan massa aksi cukup beragam, diantaranya : "Mas Bahlil Minta Sangu Buat Bensin Dong", "RUPIAH KU MELUNCUR PRESIDEN KU MEROKET KE LUAR NEGERI", "MBG = MARUK BIAYA GEDE", "KIRI KANAN KULIHAT SAJA BANYAK TENTARA DAN POLISI", "19 JUTA (LAPANGAN PEKERJAAN) SPPG", "WAYAHE NGAMUK" dan "BBM NAIK RAKYAT TERCEKIK".

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Baca Juga: Tukang Pijat di Malang Akui Bunuh dan Mutilasi Warga Surabaya, Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Load More