Wakos Reza Gautama
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:04 WIB
Ilustrasi mayat. Petani bernama Buyani ditemukan meninggal dunia di parit persawahan Desa Gapura Barat, Sumenep, dengan kondisi luka kekerasan. [Dok.Antara]
Baca 10 detik
  • Seorang petani bernama Buyani ditemukan meninggal dunia di parit persawahan Desa Gapura Barat, Sumenep, dengan kondisi luka kekerasan.
  • Pihak kepolisian menemukan luka sayatan pada bagian kepala dan leher korban yang mengindikasikan adanya tindakan pembunuhan tidak wajar.
  • Keluarga menolak autopsi, namun pihak Polres Sumenep tetap melanjutkan penyelidikan secara profesional untuk mengungkap kasus kematian tersebut.

SuaraJatim.id - Warga Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, Sumenep, geger adanya penemuan mayat perempuan di sebuah parit yang biasanya mengalirkan air untuk tanaman padi.

Identitas korban segera terkuak. Ia adalah Buyani (45), seorang petani bersahaja asal Dusun Panile, Desa Gapura Tengah.

Yang membuat bulu kuduk berdiri bukan sekadar penemuan jasad, melainkan kondisi fisik korban yang mengisyaratkan sebuah peristiwa kelam sebelum nyawanya melayang.

Tim dari Polsek Gapura yang dipimpin Iptu Suki langsung terjun ke lokasi begitu laporan masuk. Saat melakukan pemeriksaan awal, petugas menemukan bukti-bukti yang sulit dibantah bahwa Buyani tidak meninggal secara wajar.

Luka-luka mengerikan bersarang di bagian belakang leher, ditambah luka robek serta sayatan tajam pada bagian belakang kepala.

"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka di leher belakang serta luka sayat di kepala bagian belakang. Kami menduga ada unsur kekerasan dalam kejadian ini," ungkap Iptu Suki dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Di tengah penyelidikan yang mulai memanas, sebuah keputusan mengejutkan datang dari pihak keluarga. Meski duka mendalam menyelimuti, keluarga Buyani memilih untuk menolak prosedur autopsi. Mereka menyatakan telah mengikhlaskan kepergian sang petani dan enggan jasadnya dibedah lebih lanjut.

Namun, bagi kepolisian, misteri ini tidak bisa berhenti begitu saja. Meski pihak keluarga sudah pasrah, aparat penegak hukum tetap memegang teguh prosedur demi mencari keadilan.

"Keluarga memang menolak autopsi dan sudah mengikhlaskan. Namun, proses penyelidikan tetap kami laksanakan sesuai prosedur guna mengungkap apa yang sebenarnya terjadi," tegas Iptu Suki.

Baca Juga: Gadis 19 Tahun di Lumajang Tewas Tak Berbusana, Ada Luka Sayatan

Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep kini telah diterjunkan untuk memperkuat tim penyelidik. Olah tempat kejadian perkara (TKP) kembali dilakukan secara teliti untuk mencari barang bukti yang mungkin tertinggal, sementara sejumlah saksi mulai dimintai keterangan.

Kepolisian berkomitmen mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional. Iptu Suki juga meminta agar warga tidak terjebak dalam spekulasi liar atau menyebarkan kabar burung yang justru memperkeruh suasana.

"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, jangan berspekulasi, dan serahkan sepenuhnya proses penanganan ini kepada kami," pungkasnya.

Load More