Wakos Reza Gautama
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:02 WIB
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan kendaraan dinas TNI AD terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di simpang tiga depan SD Baleharjo, dekat Alun-Alun Pacitan, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Kendaraan dinas TNI AD dan motor Honda Vario bertabrakan di Pacitan pada Rabu malam.
  • Tabrakan terjadi akibat manuver belok mendadak di persimpangan saat jarak kedua kendaraan terlalu dekat.
  • Tiga orang mengalami luka-luka, dengan prajurit TNI menderita patah tulang pada kedua tangannya.

SuaraJatim.id - Insiden adu banteng melibatkan sepeda motor Honda Vario dan kendaraan dinas TNI AD terjadi tepat di simpang tiga depan SD Baleharjo, Jalan Ahmad Yani, Pacitan, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kecelakaan ini menyisakan duka bagi kedua belah pihak. Tiga orang dilaporkan terluka, dengan kondisi paling parah dialami oleh sang prajurit TNI yang harus mendapati kedua tangannya patah akibat hantaman tersebut.

Kronologi bermula saat kendaraan dinas milik Kodim 0801/Pacitan melaju stabil dari arah timur menuju barat. Di saat yang bersamaan, dari arah berlawanan, meluncur Honda Vario yang dikendarai oleh Nikita Cayla Rihabsari bersama seorang penumpang bernama Giska.

Nikita mencoba membelokkan kendaraannya ke arah selatan tepat di titik persimpangan. Karena jarak yang sudah terlanjur sempit, manuver tersebut tak memberi ruang bagi kedua pengendara untuk menghindar.

"Jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, sehingga terjadi tabrakan depan yang mengakibatkan kedua pengendara mengalami cedera serius," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan, Ipda Agustav Yunastianto, Kamis (30/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Benturan hebat itu melemparkan para korban ke aspal. Nikita dan rekannya, Giska, mengalami luka benturan di bagian kepala.

Meski nampak syok, keduanya dilaporkan masih dalam kondisi sadar saat dievakuasi oleh warga dan petugas ke fasilitas kesehatan terdekat.

Namun, nasib lebih tragis menimpa pengemudi kendaraan dinas TNI AD. Prajurit yang sedang menjalankan tugasnya tersebut mengalami luka paling serius di antara korban lainnya. Tim medis melaporkan adanya patah tulang pada kedua tangan (kanan dan kiri) sang prajurit.

"Korban dari pihak TNI mengalami patah tulang tangan kanan dan kiri, namun saat penanganan medis masih dalam kondisi sadar," tambah Ipda Agustav.

Baca Juga: Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya

Load More