Wakos Reza Gautama
Kamis, 30 Juli 2026 | 13:54 WIB
PT ASDP Cabang Ketapang memberlakukan buka-tutup pelayaran akibat angin kencang dan gelombang tinggi pada Kamis, 30 Juli 2026. [SuaraBali.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • PT ASDP Cabang Ketapang memberlakukan buka-tutup pelayaran akibat angin kencang dan gelombang tinggi pada Kamis, 30 Juli 2026.
  • Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan penumpukan antrean kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.
  • Pihak ASDP menyiapkan armada tambahan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengurai antrean kendaraan setelah cuaca membaik.

SuaraJatim.id - Angin kencang serta gelombang tinggi yang fluktuatif memaksa PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengambil langkah ekstra waspada. Demi keselamatan nyawa penumpang, mekanisme buka-tutup operasional kini resmi diberlakukan.

Langkah situasional ini diambil bukan tanpa alasan. Cuaca maritim di perlintasan tersibuk tersebut belakangan ini sulit diprediksi, sehingga jadwal pelayaran harus tunduk pada komando alam.

"Operasional penyeberangan hingga kini masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim. Perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang memaksa layanan dibuka dan ditutup secara situasional berdasarkan pemantauan di lapangan," ungkap General Manager PT ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, Kamis (30/7/2026).

Ketegangan sempat terjadi pada Rabu (29/7/2026), ketika operasional penyeberangan harus ditunda total selama beberapa saat.

Keputusan pahit tersebut terpaksa diambil otoritas pelabuhan ketika embusan angin dinilai sudah melampaui batas aman untuk kapal feri bermanuver.

Arief menegaskan bahwa ASDP tidak ingin berjudi dengan keselamatan. Meskipun terjadi penumpukan, pelayaran hanya akan dilakukan jika kondisi benar-benar memenuhi standar keselamatan.

"Begitu kondisi membaik dan dinyatakan aman oleh otoritas, layanan akan segera kami buka kembali secara bertahap," tambahnya.

Hingga Kamis siang, geliat antrean kendaraan mulai terlihat memenuhi akses menuju pelabuhan. Di sisi Banyuwangi, zona penyangga (buffer zone) di kawasan Bulusan sudah mulai terisi oleh kendaraan, terutama angkutan logistik yang tertahan jadwal buka-tutup.

Meski kepadatan mulai merayap di pintu masuk, situasi di dalam kawasan dermaga dilaporkan masih relatif terkendali.

Baca Juga: Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara

Sementara itu, di Pelabuhan Gilimanuk (Bali), antrean kendaraan masih terpusat di area manuver pelabuhan, menunggu giliran untuk menyeberang kembali ke Jawa.

Guna meminimalkan dampak kemacetan panjang, ASDP kini bersiaga penuh. Koordinasi lintas sektoral terus diperkuat, mulai dari pemantauan cuaca bersama BMKG hingga pengaturan lalu lintas dengan pihak kepolisian dan KSOP.

Sebagai langkah antisipasi ledakan penumpang saat cuaca membaik, ASDP telah menyiapkan skenario khusus.

"Kami menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat penguraian antrean segera setelah cuaca kembali kondusif dan pelayaran dinyatakan aman," pungkas Arief. (ANTARA)

Load More