- Polrestabes Surabaya memperketat pengamanan menjelang rencana aksi damai ribuan anggota PSHT di Surabaya pada Jumat (31/7/2026).
- Polisi menggeledah markas M1R di Jalan Teuku Umar pada Kamis (30/7/2026) dan menyita sejumlah senjata tajam.
- Aksi damai tersebut dipicu oleh insiden bentrokan sebelumnya yang melibatkan oknum debt collector dan anggota PSHT.
SuaraJatim.id - Polrestabes Surabaya meningkatkan langkah pengamanan menjelang rencana aksi damai ribuan anggota PSHT yang dijadwalkan berlangsung di Kota Surabaya pada Jumat (31/7/2026).
Selain menyiapkan pengamanan, polisi juga melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jalan Teuku Umar yang diduga menjadi markas Organisasi Masyarakat Maluku Satu Rasa (M1R).
Dalam penggeledahan tersebut, petugas menyita sejumlah barang yang berpotensi digunakan sebagai senjata.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan barang-barang yang diamankan antara lain dua stik golf, parang, linggis, golok, dan pipa besi.
"Kami menyita dua stik golf, parang, linggis, golok, serta pipa besi sebagai langkah antisipasi menjelang aksi damai besok," kata Luthfie melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Kamis (30/7/2026).
Ribuan anggota PSHT dari berbagai daerah di Jawa Timur dijadwalkan menggelar aksi damai mulai pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima kepolisian, aksi akan berlangsung di sekitar Jalan Teuku Umar dan depan Polrestabes Surabaya.
Aksi tersebut merupakan tindak lanjut atas insiden bentrokan yang terjadi di area parkir Ambyar Super Club Surabaya pada Minggu (26/7/2026) dini hari.
Dalam peristiwa itu, terjadi bentrokan antara sejumlah oknum debt collector BCA Finance dan petugas keamanan yang disebut merupakan anggota PSHT. Insiden tersebut mengakibatkan dua anggota PSHT dan seorang dari pihak lawan mengalami luka akibat senjata tajam.
Baca Juga: Kantor Ormas Madas Disegel Polisi, Dugaan Mafia Tanah di Surabaya Terkuak
Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya Kompol Awaludin Wijaya membenarkan pihaknya telah menerima pemberitahuan mengenai rencana aksi tersebut.
Menurut dia, kepolisian mengedepankan langkah persuasif dengan memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang berselisih.
"Kami sudah menerima surat pemberitahuan aksi tersebut. Saat ini kami berupaya memfasilitasi mediasi maupun audiensi agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik," kata Awaludin.
Ia menegaskan kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh peraturan perundang-undangan.
Meski demikian, seluruh peserta aksi diharapkan menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
"Kami mengupayakan agar kedua belah pihak dapat bertemu dan bermediasi. Apabila aksi tetap berlangsung, mari bersama-sama menjaga Kota Surabaya agar tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh