Perbaikan kualitas tersebut tercermin dari turunnya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,286 menjadi 1,214 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,262 menjadi 0,239.
Khofifah menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kesenjangan pengeluaran masyarakat miskin terhadap garis kemiskinan semakin kecil, sekaligus menggambarkan tingkat ketimpangan di antara kelompok masyarakat miskin juga terus menurun.
Penurunan kemiskinan juga terjadi secara merata. Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan turun dari 6,93 persen menjadi 6,66 persen, sedangkan di wilayah perdesaan turun dari 12,55 persen menjadi 12,38 persen.
“Artinya, bukan hanya jumlah penduduk miskin yang menurun, tetapi kondisi kemiskinannya juga tidak semakin dalam dan tidak semakin parah. Ini menunjukkan bahwa intervensi penanggulangan kemiskinan semakin efektif, inklusif, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Selain angka kemiskinan, di bidang ketenagakerjaan, Jawa Timur juga mencatatkan perkembangan yang menggembirakan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,42 persen pada Mei 2026 dari sebelumnya 3,55 persen pada Februari 2026. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,65 persen.
Jumlah pengangguran berkurang sekitar 26.730 orang menjadi 866,32 ribu orang. Sementara itu, jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 24,46 juta orang atau bertambah 205,53 ribu orang. Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan pertambahan angkatan kerja yang meningkat 179,21 ribu orang.
“Penurunan tingkat pengangguran menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Jawa Timur terus tumbuh dan mampu menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas. Yang menggembirakan, pertambahan penduduk bekerja lebih besar dibandingkan pertambahan angkatan kerja sehingga semakin banyak masyarakat yang terserap ke dalam dunia kerja,” ungkapnya.
Optimisme tersebut juga tercermin dari meningkatnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 75,14 persen atau naik 0,36 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 7,77 juta pekerja atau 31,77 persen dari total penduduk bekerja. Selanjutnya diikuti sektor perdagangan sebesar 18,63 persen dan industri pengolahan sebesar 14,64 persen.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau, Sukses Catat Transaksi Rp 1 Triliun Lebih
Kualitas pekerjaan juga terus membaik. Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 36,18 persen, sementara tingkat setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu masing-masing mengalami penurunan.
Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa sejumlah tantangan masih perlu menjadi perhatian, terutama masih tingginya pengangguran lulusan SMK dan pendidikan tinggi.
Pemprov Jawa Timur, lanjutnya, akan terus memperkuat keterkaitan antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, program magang, serta penguatan kemitraan dengan sektor industri.
Di sisi lain, strategi percepatan penurunan kemiskinan akan terus diperkuat melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyusunan sasaran program agar setiap intervensi pemerintah semakin presisi, tepat sasaran, dan berdampak nyata.
“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tantangan ke depan masih sangat dinamis. Karena itu, kita harus terus memperkuat sinergi, menjaga kondusivitas, meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang semakin adil dan merata,” tegasnya.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah baik pusat, kabupaten/kota, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, akademisi, media, dan seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga kondusivitas serta mendukung pembangunan Jawa Timur.
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa
-
Komitmen Menjaga Transparansi ke Media, Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026 dari Dewan Pers RI
-
Gubernur Khofifah Luncurkan Gernas Rana MPLS Ramah 2026, Pastikan Siswa Belajar Aman Tanpa Kekerasan
-
Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?