Wakos Reza Gautama
Selasa, 01 September 2026 | 22:20 WIB
Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, dilarikan ke IGD RSUD Notopuro Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026) pukul 21.56 diduga keracunan usai santap MBG. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis pada Selasa (1/9/2026).
  • Sekitar 250 santri yang mengalami mual dan sakit perut langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke beberapa rumah sakit terdekat.
  • Penyebab pasti keracunan massal tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan memeriksa sampel makanan dari Dapur SPPG Kalitengah.

SuaraJatim.id - Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, harus menjalani perawatan medis setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Insiden ini memicu evakuasi massal di lingkungan pesantren. Sedikitnya sekitar 250 santri dilaporkan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengeluhkan sakit perut, mual, dan kondisi tubuh yang terus memburuk.

Gejala mulai dirasakan para santri pada sore hari, sesaat setelah menjalankan salat Asar. Sebelumnya, mereka diketahui telah mengonsumsi makanan dari program MBG usai salat Zuhur.

Situasi semakin mengkhawatirkan menjelang malam. Setelah magrib, ambulans terus keluar-masuk kompleks Pondok Pesantren Manbaul Hikam untuk mengevakuasi santri yang mengalami keluhan serupa ke sejumlah fasilitas kesehatan.

RSUD Sidoarjo dilaporkan menjadi salah satu rumah sakit yang menerima jumlah pasien terbesar. Para korban juga dibawa ke RS Siti Hajar, RS Delta Surya, serta RS Pusura Gelam untuk mendapatkan penanganan medis.

Jumlah korban diduga masih berpotensi bertambah seiring masih adanya santri yang mengeluhkan gejala sakit perut dan mual. Deru sirine ambulans terdengar bersahutan di sekitar pesantren saat proses evakuasi berlangsung.

Ketegangan pun menyelimuti kawasan pesantren. Sejumlah personel TNI terlihat berjaga di sekitar lokasi, sementara puluhan wali santri berkumpul di luar gerbang dengan penuh kecemasan menunggu kabar kondisi anak-anak mereka.

Insiden ini menjadi sorotan serius terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di daerah. Pasalnya, makanan yang diduga dikonsumsi sebelum munculnya gejala keracunan tersebut disebut berasal dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kalitengah.

Hingga kini, penyebab pasti keracunan massal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Sampel makanan dan kondisi para korban menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk memastikan sumber persoalan yang menyebabkan ratusan santri harus menjalani perawatan.

Baca Juga: Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More