Wakos Reza Gautama
Kamis, 03 September 2026 | 07:29 WIB
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyebut pihaknya menangguhkan atau suspend berat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur, yang menyebabkan kejadian fatal keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 512 siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menjatuhkan sanksi suspend berat kepada SPPG Sidoarjo akibat keracunan massal.
  • Sebanyak 512 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo menjadi korban keracunan program makan gratis pada Rabu.
  • Pemerintah fokus menyelamatkan korban dirawat dan menyelidiki zat berbahaya bersama Dinas Kesehatan setempat.

SuaraJatim.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, berujung mencekam dengan terjadinya insiden keracunan massal.

Menyikapi hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah dijatuhi sanksi suspend berat.

Tak hanya operasional yang dihentikan total selama 30 hari, jabatan kepala satuan tersebut kini berada di ujung tanduk.

"Kami melakukan suspend berat. Selain itu, kami mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk segera dicopot dan digantikan," tegas Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Angka yang tercatat dalam investigasi internal BGN sungguh mengejutkan. Sebanyak 512 penerima manfaat menjadi korban. Hingga saat ini, koridor rumah sakit masih dipadati para santri.

Rinciannya 80 anak masih menjalani perawatan intensif, sementara 120 lainnya berada dalam observasi ketat tim medis. Beruntung, 312 siswa telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Ketut menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan sekadar birokrasi, melainkan nyawa anak-anak.

"Saat ini, fokus kami adalah menyelamatkan kesehatan anak-anak di beberapa rumah sakit. Itu yang kami utamakan," tuturnya.

Investigasi mendalam bersama Dinas Kesehatan tengah dilakukan untuk mengungkap zat berbahaya apa yang sebenarnya menyusup ke dalam piring-piring para santri.

Baca Juga: Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, tiba di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari memantau para korban. Emil memastikan bahwa setiap santri mendapatkan penanganan medis yang dipersonalisasi.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing," ujar Emil. (ANTARA)

Load More