- Warga Surabaya di beberapa wilayah mengeluhkan air Perumda yang keruh dan berbusa pada Minggu, 6 September 2026.
- Perumda Air Minum Surya Sembada menyatakan pencemaran air baku Kali Surabaya melebihi ambang batas kapasitas instalasi.
- Tim teknis melakukan pembersihan IPAM Karang Pilang dan menyediakan layanan bantuan air tangki gratis bagi warga terdampak.
SuaraJatim.id - Krisis kualitas air kembali membuat warga Surabaya waswas. Air produksi Perumda Air Minum Surya Sembada yang mengalir ke rumah pelanggan di sejumlah wilayah tiba-tiba berubah keruh, bahkan di beberapa lokasi dilaporkan berbusa.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Kekhawatiran terbesar muncul karena air ledeng selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga aktivitas rumah tangga lainnya.
Di Dukuh Pakis, misalnya. Siti Asiyah, warga setempat, mengaku mendapati air dari keran rumahnya dalam kondisi keruh pada Minggu (6/9/2026) pagi hingga siang. Bukan kali pertama. Sehari sebelumnya, kondisi serupa juga sempat terjadi.
"Anak-anak dan cucu-cucu enggak bisa pakai air PDAM langsung, karena keruh. Kemarin juga sempat keruh," ujar Siti kepada Suarajatim.id, Minggu (6/9/2026).
Kondisi itu membuat Siti terpaksa membatasi penggunaan air ledeng. Ia khawatir air yang keruh digunakan untuk mandi maupun mencuci justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi keluarganya.
"Takutnya nanti bikin gatal-gatal," katanya.
Keluhan serupa muncul dari Kedurus. Ajiz Moerdianto (41) bahkan mendapati air yang keluar dari keran rumahnya tidak hanya keruh, tetapi juga berbusa.
Ia langsung melarang anak-anaknya menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
"Tau keruh dan berbusa, saya larang anak-anak pakai air kran. Takutnya kenapa-kenapa," ungkap Ajiz.
Baca Juga: Premanisme Berkedok Ormas Bayangi Kawasan Industri, Polda Jatim Bentuk Posko Lindungi Investasi
Awalnya, Ajiz mengetahui informasi mengenai air keruh dan berbusa tersebut dari media sosial. Ia kemudian mengecek langsung kondisi air di rumahnya. Hasilnya, kekhawatirannya terbukti. Air yang keluar dari keran rumahnya memang terlihat berbusa.
Untuk sementara, Ajiz memilih menggunakan air isi ulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk untuk memandikan anak-anak.
Persoalan ini dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan Surabaya.
Informasi dari warga menyebut wilayah yang terdampak antara lain Warugunung, Gunungsari, Kedurus, Gayungsari, Jambangan hingga Babatan Indah.
Perumda Akui Ada Pencemaran Air Baku
Di tengah keresahan warga, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya akhirnya memberikan penjelasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026