- MS (38) tertangkap warga saat membelanjakan uang palsu di toko kelontong Sidoarjo pada Minggu (2/8/2026).
- Polresta Sidoarjo menggerebek pembuat uang palsu DBS dan ES di Karanganyar pada Rabu (5/8/2026).
- Polisi menyita mesin cetak serta uang palsu Rp298,52 juta dan menjerat tiga tersangka dengan ancaman 15 tahun penjara.
SuaraJatim.id - Bagi MS (38), toko kelontong di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo, menjadi ladang empuk untuk meraup untung kilat.
Modusnya menukarkan lembaran uang palsu pecahan Rp50.000 dengan memborong kebutuhan dapur, lalu mengantongi uang kembalian yang asli.
Aksi pertamanya sempat lolos. Ia kembali mengulangi pada Minggu (2/8/2026). MS melangkahkan kaki ke toko yang sama, mencoba mengulang keberuntungan serupa.
Namun kali ini, jemari sang pemilik toko jauh lebih awas. Sentuhan pada permukaan kertas terasa janggal. Ketebalannya mencurigakan, warnanya pun tak lazim. Tanpa sempat berkelit, sandiwara MS buyar seketika saat warga sekitar mengepung dan menyerahkannya ke tangan aparat.
Siapa sangka, dari transaksi receh di etalase sembako itulah, sebuah benang kusut kejahatan perbankan bernilai ratusan juta rupiah mulai terurai.
Di ruang interogasi Mapolresta Sidoarjo, MS tak lagi bisa menyembunyikan rahasia. Ia bernyanyi. Lembaran-lembaran rupiah palsu itu bukan dicetak dari mesin fotokopi rumahan di sudut gang, melainkan dipesan secara berani melalui jagat maya, bertransaksi via grup media sosial Facebook dan dikirim rapi menggunakan jasa ekspedisi layaknya paket belanja daring biasa.
Penyelidikan bergerak secepat kilat. Informasi tersebut langsung menyalakan alarm Tim Operasional Polresta Sidoarjo.
Jejak digital pengirim paket terendus menyeberangi batas provinsi, mengarah ke lereng Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Karanganyar. Rabu (5/8/2026) dini hari, Tim buser menggerebek sebuah rumah yang dicurigai.
Dua pria yang menjadi otak perakitan, DBS (33) dan ES (42), terperangah saat laras senjata polisi menyambut mereka.
Baca Juga: Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi
Di dalam ruangan tertutup itu, petugas menemukan pabrik pencetak uang. Di sana ada tumpukan bahan kertas khusus, tabung-tabung tinta pekat, mesin cetak presisi tinggi, lempengan stempel hologram, hingga alat pres manual.
Tak tanggung-tanggung, gepokan uang kertas palsu siap edar senilai total Rp298,52 juta berhasil disita sebelum sempat meracuni perputaran ekonomi masyarakat.
"Motif tersangka MS adalah membeli uang palsu untuk dibelanjakan kembali demi menangguk keuntungan dari uang kembalian. Sementara DBS dan ES bertindak sebagai produsen yang mencetak sesuai pesanan demi meraup keuntungan finansial," ungkap Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M. Zainur Rofik, dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2026).
Penyidik menjerat ketiganya dengan Pasal 374 dan Pasal 375 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukumannya tak main-main: 15 tahun kurungan penjara. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi
-
666 Santri Tumbang Keracunan MBG, Alumni Ponpes Manbaul Hikam Menggugat Sikap Dingin SPPG
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Petaka MBG di Sidoarjo: 512 Siswa Tumbang, BGN Sanksi Berat SPPG
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi