Andi Ahmad S
Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB
Ilustrasi keracunan MBG di Sidoarjo. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 566 santri Ponpes Manba'ul Hikam mengalami gejala keracunan massal di Sidoarjo pada Selasa, 1 September.
  • Badan Gizi Nasional menghentikan operasional dapur penyedia makanan karena seluruh korban menyantap menu dari lembaga tersebut.
  • Bupati Sidoarjo menyatakan sisa 34 santri di RSI Siti Hajar kini dalam kondisi stabil dan segera pulang.

SuaraJatim.id - Jumlah santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan kini tersisa 34 orang. Seluruh korban yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar, Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut dipastikan dalam kondisi stabil.

Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan kabar baik ini usai menjenguk para santri di rumah sakit pada Rabu.

"Tinggal 34 santri yang masih dirawat di RSI Siti Hajar. Semua sudah dalam keadaan membaik dan sehat," ujar Subandi.

Menurutnya, ke-34 santri yang kini sedang dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi baik dan dapat kembali ke rumah masing-masing pada pagi esok hari.

Selain di RSI Siti Hajar, jumlah santri korban yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo juga telah pulang ke kediaman masing-masing pada Rabu (2/9) sore tadi.

Ia menyebutkan lima orang santri yang telah dinyatakan boleh pulang dari RSUD Notopuro Sidoarjo merupakan lima santri terakhir di rumah sakit tersebut.

"Tersisa 34 santri yang sedang di rawat di RSI Siti Hajar saja. Selain itu semua sudah pulang," kata Subandi.

Dari pantauan wartawan, kejadian dugaan keracunan terjadi di Ponpes Manba'ul Hikam pada Selasa (1/9) mengakibatkan setidaknya 566 santri mengalami berbagai macam gejala keracunan seperti mual dan sakit perut serta lemas.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pada Rabu (2/9) dini hari menyatakan kejadian dugaan keracunan tersebut tak hanya terjadi di Ponpes Manba'ul Hikam tetapi juga terjadi di 18 lembaga pendidikan di wilayah Sidoarjo usai seluruh pihak terkait menyantap menu makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah, Sidoarjo pada Selasa (1/9).

Baca Juga: Wagub Jatim: Biaya Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG Ditanggung Negara

Pada hari ini, Rabu (2/9) siang, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat penghentian sementara (suspend) berat terhadap operasional SPPG terkait.

Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terkait makanan yang disajikan, yang mana hasilnya diperkirakan akan selesai dalam waktu paling cepat satu minggu. [Antara].

Load More