- Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim menulis epilog buku kontroversial 'Islam Ala Prabowo' untuk menyampaikan dakwah politik moral.
- Kiai Asep awalnya meminta perubahan judul buku yang dinilai sensitif menjadi 'Kepemimpinan Prabowo dalam Kacamata Islam' namun ditolak.
- Epilog tersebut berisi kisah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz agar Prabowo berani memberantas korupsi demi kemaslahatan rakyat.
SuaraJatim.id - Jagat media sosial kembali riuh. Kali ini, pemicunya adalah sebuah buku bertajuk ‘Islam Ala Prabowo’ yang memantik perdebatan sengit di ruang publik.
Di pusaran polemik tersebut, nama Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim mencuat ke permukaan. Ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu tercatat sebagai penulis epilog atau bagian penutup buku yang menuai pro-kontra tersebut.
Ketua Umum Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) sekaligus Ketua Umum Pergunu ini mengaku terkejut dengan kegaduhan yang timbul. Pasalnya, sejak draf awal disodorkan, insting sang kiai telah mencium potensi sensitivitas judul tersebut.
"Waktu tim meminta tulisan, sejak awal saya sudah ingatkan agar judulnya diubah karena sangat sensitif. Saya usulkan judul yang lebih teduh dan tepat: 'Kepemimpinan Prabowo dalam Kacamata Islam'. Itu jauh lebih elok ketimbang 'Islam Ala Prabowo', tapi nyatanya tetap diterbitkan seperti itu," ungkap Kiai Asep dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kiai Asep menampik keras anggapan bahwa keterlibatannya merupakan upaya memuji apalagi mengkultuskan Presiden Prabowo Subianto.
Bagi seorang kiai, tulisan di lembar penutup itu murni medium dakwah politik tingkat tinggi, sebuah peringatan moral bagi pemegang tampuk kekuasaan.
Ia mendasarkan pandangannya pada kaidah fikih siyasah klasik, tasarruful imam ala ra'iyah manutun bil maslahah, kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya mutlak harus bermuara pada kemaslahatan publik.
"Pidato-pidato Pak Prabowo selalu menekankan kepentingan rakyat dan perang terhadap korupsi. Kebijakan presiden akan menentukan nasib ratusan juta manusia. Semangat saya di buku itu adalah dakwah, bukan pujian kosong," tegasnya.
Alih-alih mengulas figur personal Prabowo, Kiai Asep justru membentangkan narasi sejarah Islam klasik dalam epilognya.
Baca Juga: Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
Ia menyodorkan potret kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz sebagai cermin pembanding sekaligus tantangan nyata bagi Prabowo.
Umar bin Abdul Aziz hanya memimpin selama kurun 2,5 tahun sebelum wafat di usia belia, 36 tahun. Namun, masa jabatan yang singkat itu melahirkan zaman keemasan yang tercatat dengan tinta emas.
"Umar bin Abdul Aziz membuat rakyatnya makmur tanpa utang, pemuda yang kesulitan menikah dibiayai negara, rakyat punya hunian, dan pajak dihapus, yang berlaku murni zakat mal dan aset (urudh tijarah)," tutur Kiai Asep.
Kunci keajaiban ekonomi itu, menurutnya, bukan ilusi, melainkan ketegasan tanpa kompromi memangkas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Itu realitas sejarah. Saya berharap rekam jejak Khalifah Umar dibaca dan dijadikan referensi langsung oleh Pak Prabowo. Jika Umar punya keberanian di usia muda, Pak Prabowo juga dikenal berani. Sekarang tinggal bagaimana keberanian itu dibuktikan dalam membersihkan pemerintahan," imbuhnya.
Menanggapi kabar adanya sejumlah ulama yang memprotes panitia karena tulisan mereka dicatut tanpa izin ke dalam buku tersebut, Kiai Asep enggan memperkeruh suasana dengan spekulasi liar.
Berita Terkait
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Premanisme Berkedok Ormas Bayangi Kawasan Industri, Polda Jatim Bentuk Posko Lindungi Investasi
-
Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana
-
Dicalonkan PWNU Jatim, Cicit KH Hasyim Asy'ari Usung Dua Agenda Besar untuk PBNU
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026