- Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof Akhmad Muzakki dari jabatan Rektor UINSA Surabaya pada Rabu, 23 September 2026.
- Pemberhentian tersebut dilakukan setelah Muzakki menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi sehari sebelumnya.
- Kementerian Agama menunjuk Dirjen Pendis Amien Suyitno sebagai Pelaksana Tugas Rektor UINSA untuk mencegah kekosongan kepemimpinan.
SuaraJatim.id - Kursi kepemimpinan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berganti nakhoda secara kilat. Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi memberhentikan Prof Akhmad Muzakki dari posisinya sebagai Rektor UINSA, menyusul surat pengunduran diri yang dilayangkannya hanya sehari sebelumnya.
Keputusan tersebut diteken Menag melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 060729/ΜΑ.ΚΡ.07/09/2026 tertanggal Rabu (23/9/2026).
Kepala Biro SDM Setjen Kemenag, Muhammad Zain, membenarkan penerbitan KMA pemberhentian tersebut sebagai tindak lanjut atas surat resmi yang diserahkan Muzakki pada Selasa (22/9/2026).
"KMA pemberhentian terbit menyusul adanya surat pernyataan pengunduran diri dari Prof. Muzakki," jelas Zain dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Guna mencegah kekosongan kepemimpinan di salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di Jawa Timur ini, Menag langsung menunjuk pejabat teras Kemenag, Prof Amien Suyitno, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UINSA.
Suyitno saat ini masih aktif menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI.
Penunjukan ini merujuk pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Mekanisme Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.
Dinamika suksesi ini sempat memantik wacana di internal kampus. Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UINSA, Prof Imam Ghazali, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengusulkan agar Kemenag langsung menetapkan rektor definitif tanpa melalui skema Plt.
"Saya sebenarnya sempat mengusulkan agar langsung rektor definitif saja, tanpa Plt. Namun mekanismenya tidak memungkinkan karena SK pengangkatan Plt sudah berproses untuk mengantisipasi kevakuman jabatan. SK ini tengah disiapkan Sekjen sebelum diteken Menag," ungkap Ghazali.
Baca Juga: Dosen IKADO Bekali Warga Simo Gunung dengan Keterampilan Bisnis Digital
Sebagai figur yang ditugaskan memimpin masa transisi UINSA, Prof. Amien Suyitno dinilai memiliki otoritas dan kapasitas manajerial yang kuat.
Akademisi asal UIN Raden Fatah Palembang ini memegang kendali atas ekosistem pendidikan Islam nasional di Kemenag, mulai dari pesantren, madrasah, hingga seluruh PTKIN di Indonesia.
Selain itu, Suyitno saat ini juga tercatat sebagai Ketua Umum IKA UIN Raden Fatah Palembang periode 2026–2030.
Berita Terkait
-
Dosen IKADO Bekali Warga Simo Gunung dengan Keterampilan Bisnis Digital
-
Penindakan Parkir di Surabaya Meledak, Aduan Jukir Nakal Tembus 1.136 Kasus
-
Ngaku Dukun Bisa Lihat Makhluk Gaib, Pria di Surabaya Ditangkap Polisi Usai Cabuli 3 Anak
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut
-
Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar
-
Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah
-
Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru
-
PB Alkhairaat Dukung Langkah Presiden Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional