Wakos Reza Gautama
Kamis, 24 September 2026 | 10:06 WIB
Prof Akhmad Muzakki mundur dari jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. [Dok UINSA]
Baca 10 detik
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof Akhmad Muzakki dari jabatan Rektor UINSA Surabaya pada Rabu, 23 September 2026.
  • Pemberhentian tersebut dilakukan setelah Muzakki menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi sehari sebelumnya.
  • Kementerian Agama menunjuk Dirjen Pendis Amien Suyitno sebagai Pelaksana Tugas Rektor UINSA untuk mencegah kekosongan kepemimpinan.

SuaraJatim.id - Kursi kepemimpinan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berganti nakhoda secara kilat. Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi memberhentikan Prof Akhmad Muzakki dari posisinya sebagai Rektor UINSA, menyusul surat pengunduran diri yang dilayangkannya hanya sehari sebelumnya.

Keputusan tersebut diteken Menag melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 060729/ΜΑ.ΚΡ.07/09/2026 tertanggal Rabu (23/9/2026).

Kepala Biro SDM Setjen Kemenag, Muhammad Zain, membenarkan penerbitan KMA pemberhentian tersebut sebagai tindak lanjut atas surat resmi yang diserahkan Muzakki pada Selasa (22/9/2026).

"KMA pemberhentian terbit menyusul adanya surat pernyataan pengunduran diri dari Prof. Muzakki," jelas Zain dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Guna mencegah kekosongan kepemimpinan di salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di Jawa Timur ini, Menag langsung menunjuk pejabat teras Kemenag, Prof Amien Suyitno, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UINSA.

Suyitno saat ini masih aktif menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI.

Penunjukan ini merujuk pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Mekanisme Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

Dinamika suksesi ini sempat memantik wacana di internal kampus. Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UINSA, Prof Imam Ghazali, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengusulkan agar Kemenag langsung menetapkan rektor definitif tanpa melalui skema Plt.

"Saya sebenarnya sempat mengusulkan agar langsung rektor definitif saja, tanpa Plt. Namun mekanismenya tidak memungkinkan karena SK pengangkatan Plt sudah berproses untuk mengantisipasi kevakuman jabatan. SK ini tengah disiapkan Sekjen sebelum diteken Menag," ungkap Ghazali.

Baca Juga: Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Sebagai figur yang ditugaskan memimpin masa transisi UINSA, Prof. Amien Suyitno dinilai memiliki otoritas dan kapasitas manajerial yang kuat.

Akademisi asal UIN Raden Fatah Palembang ini memegang kendali atas ekosistem pendidikan Islam nasional di Kemenag, mulai dari pesantren, madrasah, hingga seluruh PTKIN di Indonesia.

Selain itu, Suyitno saat ini juga tercatat sebagai Ketua Umum IKA UIN Raden Fatah Palembang periode 2026–2030.

Load More