Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Senin, 12 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10). (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10).

Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah memaparkan berbagai capaian Nawa Bhakti Satya sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat keunggulan daerah, memperluas kesempatan bagi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan Jawa Timur.

Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama dalam menghadirkan pembangunan yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan, serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keunggulan Jawa Timur harus terus dikembangkan sebagai modal untuk meningkatkan daya saing dengan tetap menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui Nawa Bhakti Satya, pembangunan diarahkan agar semakin menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang merata.

"Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029," ujarnya.

Pada pilar Jatim Sejahtera, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa upaya pengentasan kemiskinan terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Maret 2026, tingkat kemiskinan Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen dari 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 0,29 persen pada 2025.

Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta perluasan kesempatan kerja agar semakin banyak masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri.

"Ini optimisme kita untuk dapat menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Pada pilar Jatim Kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen. Catatan TPT ini menjadi capaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita," katanya.

Di sektor pangan, Gubernur Khofifah menyampaikan Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai Lumbung Pangan Nusantara lewat Jatim Agro. Sepanjang 2025, produksi gabah kering giling mencapai lebih dari 10,4 juta ton atau berkontribusi terhadap 17,34 persen kebutuhan beras nasional. Berbagai komoditas strategis, termasuk jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan, juga menjadi kekuatan produksi daerah.

Baca Juga: Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras, Kapolda Dekananto Jadikan Pemberantasan Prioritas

"Kita memahami bahwa kedaulatan pangan lahir dari kerja keras petani yang setia merawat bumi, dari ketekunan peternak di kandangkandang peluh, dan dari keberanian nelayan kita menembus ombak samudra. Karena ketekunan panjenengan semua, hari ini Jawa Timur berdiri tegak dengan kebanggaan yang luar biasa," tuturnya.

Di bidang pendidikan Jawa Timur dikuatkan dengan Jatim Cerdas, di mana Pemprov Jatim terus memperluas kesempatan belajar melalui program Jatim World Class Education. Menurutnya program ini merupakan ikhtiar untuk penguatan pendidikan, baik vokasi, perguruan tinggi, dan kepondokpesantrenan.

"Melalui beasiswa santri unggul, penguatan vokasi, hingga kolaborasi prestisius dengan King's College London, kita sedang mencetak talenta-talenta berdaya saing internasional. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur menemukan ruang terbaiknya untuk tumbuh dan mekar,” tegasnya.

“Dari ruang-ruang kelas yang kita bangun hari inilah, kelak akan lahir para guru yang mencerahkan, tenaga kesehatan yang  tangguh, peneliti yang inovatif, pengusaha yang membuka lapangan kerja, seniman yang menghaluskan budi, serta para pemimpin besar yang akan meneruskan kejayaan Jawa Timur," imbuhnya.

Sementara, melalui Jatim Sehat, Jawa Timur telah mencapai prestasi unggul dalam bidang kesehatan. Hingga September 2026, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat Jawa Timur mencapai 96,12 persen, sedangkan usia harapan hidup tercatat 75,36 tahun.

Di pilar Jatim Berkah–Amanah, transformasi tata kelola pemerintahan juga terus diperkuat melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI). Per September 2026, integrasi layanan dalam ekosistem digital tersebut telah mencakup 241 layanan untuk mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan yang lebih efektif.

Load More