Wakos Reza Gautama
Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:36 WIB
Ilustrasi kecelakaan. Guru Ria Hinastin tewas dalam kecelakaan motor menabrak minibus di Mojokerto pada 20 Oktober 2026. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Guru Ria Hinastin tewas dalam kecelakaan motor menabrak minibus di Mojokerto pada 20 Oktober 2026.
  • Korban yang sedang hamil delapan bulan serta janinnya meninggal dunia di Rumah Sakit Dian Husada.
  • Kecelakaan bermula saat motor korban menabrak bagian belakang minibus yang berhenti mendadak di persimpangan jalan.

SuaraJatim.id - Niat tulus mengabdi mendidik anak bangsa berujung duka mendalam. Ria Hinastin (43), seorang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SMKN 1 Jatirejo, meninggal dunia usai terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Selasa (20/10/2026) pagi.

Tragedi ini kian menyayat hati lantaran Ria tengah mengandung buah hatinya yang berusia delapan bulan. Bayi yang dinanti-nantikan itu pun dinyatakan meninggal dunia bersama sang ibu di rumah sakit.

"Informasi yang kami himpun, usia kandungan korban sudah delapan bulan. Janin dalam kandungan turut meninggal dunia bersama sang ibu saat berada di rumah sakit," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda M Jeepsal Putra dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Peristiwa maut tersebut terjadi sekitar pukul 07.05 WIB, tepat di Simpang Tiga Perjuangan, saat arus lalu lintas sedang dipadati warga yang memulai aktivitas pagi.

Korban yang merupakan warga Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, mengendarai motor Honda BeAT bernopol S 3445 VA seorang diri dari arah Kota Mojokerto menuju Jombang untuk menunaikan tugas mengajarnya.

Tepat di depannya, melaju minibus Isuzu Elf bernopol M 7285 A yang dikemudikan oleh Frans Safi'ie, warga Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Setibanya di persimpangan jalan, minibus Elf tersebut berhenti mendadak lantaran memberi jalan bagi kendaraan lain yang hendak menyeberang.

Malang tak dapat ditolak, motor yang dikendarai Ria yang melaju di belakang tak sempat mengerem hingga menabrak bagian belakang minibus dengan keras.

Akibat benturan keras tersebut, Ria mengalami luka parah. Korban langsung dievakuasi warga dan petugas ke Rumah Sakit Dian Husada, Sooko, namun nyawanya beserta janin yang dikandungnya tak lagi tertolong.

Baca Juga: Kisah Pilu Ibu di Ponorogo: Meninggal di Atas Motor Sambil Bonceng Balitanya Menuju Bidan

Berdasarkan kesimpulan awal olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga dipicu jarak aman berkendara yang terlalu dekat dan kurangnya konsentrasi saat kendaraan di depan bermanuver berhenti.

"Dugaan awal mengarah pada kelalaian pengendara sepeda motor yang kurang mengantisipasi dinamika arus lalu lintas di depannya," terang Jeepsal.

Hingga saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto masih merampungkan proses penyelidikan. Dua kendaraan yang terlibat, yakni motor matik korban dan minibus Elf, telah diamankan ke kantor polisi sebagai barang bukti.

Pengemudi minibus beserta saksi mata di sekitar lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan resmi untuk memastikan konstruksi hukum insiden memilukan tersebut.

Load More