- Tim Resmob Polres Jember meringkus dua perampok berinisial BM dan DS di Banyuwangi pada Jumat (23/10/2026).
- Pelaku berinisial BM merampok Toko Emas Murni di Jember pada Kamis (22/10/2026) demi melunasi utang pribadi.
- Aksi kekerasan tersebut mengakibatkan ibu dan anak pemilik toko menderita luka parah serta dirawat kritis.
SuaraJatim.id - Pelarian dua perampok sadis yang menebar teror berdarah di pusat Kabupaten Jember akhirnya terhenti. Kurang dari 24 jam usai membacok ibu dan anak pemilik Toko Emas Murni, kedua pelaku disergap tim Resmob Polres Jember di sebuah SPBU di kawasan Glenmore, Banyuwangi, Jumat (23/10/2026) dini hari.
Kedua bandit berinisial BM dan DS itu diringkus saat tengah menumpang kendaraan travel untuk menyeberang dan bersembunyi ke Pulau Bali.
Aksi perampokan brutal yang terjadi pada Kamis (22/10/2026) pagi di Jalan Sultan Agung No. 91, Kecamatan Kaliwates itu bermotif desakan ekonomi.
Polisi mengungkap, BM nekat merancang aksi perampokan berdarah ini demi melunasi lilitan utang pribadinya yang mencapai Rp80 juta.
Tak tanggung-tanggung, BM bertindak sebagai otak kejahatan sekaligus eksekutor tunggal yang menghabisi korban.
"BM adalah otak kriminalnya, dia yang mengajak DS. BM pula yang membacok para korban dan menggasak sejumlah mata uang asing (valas) dari toko tersebut," tegas Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Ario Senopati Joyonegoro dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Aksi kedua pelaku terbilang sangat keji. Mereka merangsek masuk ke toko emas yang juga melayani jasa penukaran uang asing tersebut dengan mengenakan masker dan menghunus senjata tajam.
Di dalam toko, BM membabi buta menyerang sang pemilik, Tan Liok Ton (71), hingga perempuan lanjut usia itu mengalami luka tebasan parah di bagian kepala.
Melihat ibunya dianiaya, sang anak, Adi Kuduma (49), berupaya memberi perlawanan sengit, namun ia justru dihujani sabetan pisau hingga menderita luka robek serius di tangan dan kaki. Keduanya kini terbaring kritis di RSUD dr. Soebandi Jember.
Baca Juga: Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara
Saksi mata di lokasi, Rudi, menceritakan detik-detik mencekam saat kedua pelaku keluar dari toko sembari menenteng tas dan senjata tajam yang masih berlumuran darah.
"Warga tidak ada yang berani mendekat karena mereka bersenjata tajam. Setelah melukai korban, mereka langsung tancap gas menggunakan mobil warna putih," ungkap Rudi.
Pelarian kedua pelaku sempat nyaris memicu tragedi yang lebih besar. Saat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di kawasan Alun-Alun Jember, mobil putih pelaku melaju ugal-ugalan hingga nyaris menabrak rombongan anak-anak yang tengah menggelar pawai Hari Santri.
Berbekal rekaman CCTV dan keterangan para saksi, aparat kepolisian bergerak cepat melacak jejak pelaku. Pergerakan mobil Toyota Yaris putih tahun 2021 yang digunakan kawanan ini berhasil diendus menuju arah timur Jawa Timur.
Pengejaran berakhir di sebuah SPBU di Glenmore, Banyuwangi. Polisi berhasil memotong jalur pelarian pelaku sebelum sempat menyeberangi Selat Bali.
Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit Toyota Yaris, pakaian bernoda darah yang dikenakan saat beraksi, serta sebilah pisau dapur yang digunakan untuk mengeksekusi kedua korban.
Berita Terkait
-
Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara
-
Bacok Pemilik Toko Emas dan Anaknya di Jember, Perampok Bercelurit Nyaris Tabrak Pawai Santri
-
Bela Teman Berujung Dihajar: Oknum Mahasiswa Unhan Diduga Aniaya Siswa Sekolah Rakyat di Jember
-
Empat Residivis Curanmor Dibekuk Jatanras Polda Jatim, 13 Motor Jadi Sasaran
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Terlilit Utang Rp80 Juta, Otak Aksi Berdarah Toko Emas Jember Disergap di SPBU Banyuwangi
-
Tergiur Jalur Khusus Masuk PPI Madiun, Pria Tertipu Rp150 Juta oleh Calo Berkedok Ajudan Pejabat
-
Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara
-
Bawa Tiner dan Knuckle, 11 Penyusup Demo Lengserkan Prabowo-Gibran Disergap di Surabaya
-
Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser