- Anak down syndrome berinisial Z meninggal dunia di rumahnya pada 12 September 2026 akibat dugaan perundungan.
- Polisi menemukan indikasi keterlibatan anak di bawah 12 tahun setelah memeriksa rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian.
- Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan anak yang diduga terlibat harus menjalani pembinaan selama enam bulan di Rumah Perubahan.
SuaraJatim.id - Z tidak bisa melihat dengan baik, tidak mampu berbicara, dan bergantung pada keluarganya untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Anak dengan down syndrome itu menghabiskan banyak waktunya di kursi roda, termasuk di teras rumah, ketika kedua orang tuanya harus bekerja dan mengurus kebutuhan keluarga.
Namun, di balik kesehariannya yang sederhana, orang tua Z mengaku sempat melihat sejumlah kejadian yang belakangan mereka khawatirkan berkaitan dengan dugaan perundungan. Tubuh Z pernah ditemukan dipenuhi pasir. Sekitar sepekan sebelum meninggal, ada pula tali yang dikalungkan di pundaknya.
Saat itu, keluarga tidak mengetahui secara pasti siapa yang melakukan maupun apa yang sebenarnya terjadi. Z tidak bisa menceritakan pengalamannya sendiri. Orang tuanya pun tidak menyangka gangguan yang mereka ceritakan tersebut akan berujung pada kehilangan anak untuk selamanya.
Pada 12 September 2026, Z meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi membiru di rumahnya. Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diperiksa polisi kemudian memunculkan dugaan bahwa Z mengalami perundungan oleh anak-anak berusia di bawah 12 tahun.
Tragedi ini menyisakan pertanyaan yang jauh melampaui perkara pidana: bagaimana kekerasan terhadap anak yang memiliki keterbatasan untuk melaporkan apa yang dialaminya dapat diketahui sejak dini? Dan ketika seorang anak meninggal dunia, sejauh mana sistem perlindungan anak mampu memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang?
Tanda-tanda yang tak dipahami sebagai ancaman
Dikutip dari BBC Indonesia, Slaras Abdul Wahid dan Nurul Fadilah, orang tua Z, kehidupan anak mereka selama ini merupakan bagian dari rutinitas keluarga yang dijalani dengan penuh perhatian.
Z lahir prematur ketika usia kandungan ibunya memasuki delapan bulan. Ia didiagnosis down syndrome. Pemeriksaan lanjutan juga menemukan kelainan jantung serta katarak pada kedua matanya.
Saat berusia dua tahun, Z menjalani operasi jantung. Operasi katarak dilakukan ketika usianya lima tahun. Keluarga sebenarnya merencanakan pemeriksaan lanjutan untuk pemasangan lensa mata, tetapi kondisi kesehatan Slaras yang kerap sakit dan harus menjalani rawat inap membuat pemeriksaan Z tidak lagi berlangsung rutin.
Baca Juga: Bawa Tiner dan Knuckle, 11 Penyusup Demo Lengserkan Prabowo-Gibran Disergap di Surabaya
Setiap pagi setelah salat subuh, Nurul memandikan Z, menyisir rambutnya, dan memakaikan popok sebelum memindahkannya ke kursi roda. Sementara itu, ia menyiapkan sari kedelai untuk dijual ke pasar.
Slaras bertugas menyuapi dan menjaga Z selama istrinya berdagang. Kakak Z turut membantu memindahkan tubuh adiknya ketika diperlukan.
Di tengah rutinitas tersebut, orang tua Z mengaku melihat sejumlah kejadian yang belakangan mereka anggap mengkhawatirkan.
Sebulan sebelum kejadian, Slaras mendapati tubuh Z dan kursi rodanya dipenuhi pasir. Ia tidak mengetahui siapa yang melakukannya. Sekitar sepekan sebelum Z meninggal, ia juga melihat tali dikalungkan di pundak anaknya.
Nurul menuturkan, belakangan ada anak-anak yang kerap mengusili dan mengusir Z. Namun, karena anaknya tidak bisa berbicara, ia tidak pernah memperoleh penjelasan langsung mengenai apa yang dialami Z ketika berada di luar pengawasan keluarga.
Keluarga tidak menyangka gangguan tersebut akan berakhir tragis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya
-
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi
-
Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis
-
Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan
-
Jerit Hati Orang Tua: Saat Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Korban Perundungan hingga Tewas