Satria, Santri Abal-abal yang Doyan Mengutil di Masjid dan Ponpes

Agung Sandy Lesmana
Satria, Santri Abal-abal yang Doyan Mengutil di Masjid dan Ponpes
Ilustrasi pelaku kasus pencurian. (Kabarmakassar.com/ist)

Bahkan, pelaku kerap berpindah-pindah tempat dan dia tidak menggunakan kendaraan pribadi keberadaannya sulit terlacak polisi.

Suara.com - Bukan untuk beribadah dan belajar agama, tujuan Satria Bagus Maulana (20) masuk ke pondok pesantren (ponpes) di kawasan Tulangagung, Jawa Timur hanya untuk mengincar barang berharga milik santri. Aksi pencurian pemuda berusia 20 tahun itu terungkap setelah tertangkap polisi.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Tulungagung AKP Sumaji menyampaikan, sejak kasus ini terungkap, Satria sering melakukan aksi pencurian di sejumlah masjid dan ponpes. Agar kedoknya tak gampang terbongkar, Satria berpura-pura menjadi santri.

"Pada kejadian terakhir di sebuah pondok pesantren di Kelurahan Bago, Tulungagung, tersangka ikut kegiatan membaca Alquran, tapi begitu santri lengah dan tertidur, dia mengambil laptop dan ponsel santri," ujar Sumaji, Kamis (21/3/2019).

Saat menarget jamaah masjid, Satria tak segan ikut kegiatan ibadah ataupun zikir. Bahkan, pelaku kerap berpindah-pindah tempat dan dia tidak menggunakan kendaraan pribadi keberadaannya sulit terlacak polisi.

Ketika akhirnya jajaran Satreskrim Polres Tulungagung berhasil memastikan keberadaannya, Satria berusaha kabur saat hendak diringkus dan polisi pun menembak betis kanan Satria.

Kepada polisi, terang Sumaji, Satria mengaku menjual laptop dan ponsel hasil pencuriannya tersebut seharga Rp 2 juta.

Menurut Sumaji, tersangka Satria telah menjalani operasi pencurian dengan target jamaah masjid dan santri di Kediri dan Tulungagung sejak 2017.

Kontributor : Agus H

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS