Mendikbud: Masih Ada Sembilan Persen Sekolah Belum Bisa Gelar UNBK

Chandra Iswinarno
Mendikbud: Masih Ada Sembilan Persen Sekolah Belum Bisa Gelar UNBK
Mendikbud Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan UNBK di Kota Malang Jawa Timur, Selasa (26/3/2019). [Suara.com/Aziz Ramadani]

Keikutsertaan sekolah pada UNBK 2019 ini alami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sejumlah 91 persen.

Suara.com - Sekitar sembilan persen dari total seluruh sekolah yang ada di Indonesia belum bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun 2019. Sebagian besar kendala tersebut dihadapi sekolah yang berada di wilayah terpencil.

"Sekolah-sekolah itu berada di wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh jaringan internet. Mudah-mudahan tahun depan bisa 100 persen UNBK," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy usai meninjau pelaksanaan UNBK salah satu SMK di Kota Malang Jawa Timur, Selasa (26/3/2019).

Namun, lanjut dia, keikutsertaan sekolah pada UNBK 2019 ini alami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sejumlah 91 persen.

Secara umum pelaksanaan UNBK juga diklaimnya berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti.

"Di Malang bagus, kemarin Yogyakarta juga begitu. Rata-rata penyelenggaraannya sudah sesuai dengan standar aturan yang ada. Misal tidak memperbolehkan siapapun masuk, termasuk Menteri," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Muhadjir juga mengklaim pelaksanaan UN berjalan lebih baik dan tidak menimbulkan tekanan kepada siswa, tiga tahun terakhir ini. Sebab sejak tahun 2015, UN tidak lagi sebagai penentu kelulusan siswa.

"Banyak yang mengkritik anak-anak sekarang semangatnya tidak terlalu serius mengerjakan Ujian Nasional (UN) karena tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Sebenarnya tidak begitu, justru kita ingin menggali niat murni dari anak itu yang lebih penting," tutupnya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS