Tertutup Awan Mendung, Hilal Sulit Terlilhat di Surabaya

Agung Sandy Lesmana
Tertutup Awan Mendung, Hilal Sulit Terlilhat di Surabaya
Pemantauan hilal di Masjid Al Mahbrur, Surabaya. (Suara.com/Dimas).

Selain itu, meski gagal, tim ini tetap menunggu hingga malam hari.

Suara.com - Tertutup awan mendung yang tebal, tim Ru'yahtul Hilal PC Surabaya, gagal melihat Hilal, sebagai tanda dimulainya puasa Ramadan 1440 Hijriyah.

Bertempat di Masjid Al Mahbrur, jalan Nambangan Perak Nomor 88, Massulaiman, selaku Ro'issurya PC Surabaya, bahwa timnya gagal melihat Hilal, Minggu (5/5/2019).

"Berapa menit lagi, insyaallah tepatnya itu, terakhir itu pukul 17.45 WIB an, jadi masih ada kesempatan sedikit, cuma kayaknya tidak terlihat, karena posisinya ada mendung yang tebal sekali, jadi enggak mungkin dilihat kalau dalam posisi seperti ini," ujarnya, diatas Masjid Al Mahbrur. 

Pemantauan hilal di Masjid Al Mahbrur, Surabaya. (Suara.com/Dimas).
Pemantauan hilal di Masjid Al Mahbrur, Surabaya. (Suara.com/Dimas).

Selain itu, meski gagal, tim ini tetap menunggu hingga malam hari. 

"Kesimpulannya PC Surabaya, tim dari pada Ru'yatul Hilal Surabaya, tidak dapat melihat sementara ini nggih, tapi masih menunggu lagi sampai malam," imbuhnya. 

Pemantauan hilal di Masjid Al Mahbrur, Surabaya. (Suara.com/Dimas).
Pemantauan hilal di Masjid Al Mahbrur, Surabaya. (Suara.com/Dimas).

Tidak hanya itu, menurut Massulaiman, sudah mendapatkan kabar jika di daerah lain sudah melihat Hilal. 

"Ya sementara ada yang masuk melalui telpon, ada yang kelihatan di Condro Dipo Gresik, sudah kelihatan, Madura juga, di Gebang, ya tentu saja, kalau disini tidak kelihatan, ditempat lain kelihatan, kita serahkan kepada kementerian Agama, Kementerian Agama nanti isbatnya menentukan ini puasa ya kita akan berpuasa," ujarnya menambahi. 

Untuk persiapan tim sendiri, mereka cukup singkat dalam melakukan Ru'yahtul Hilal. 

"Persiapannya tadi itu sebelum kesini ada semacam latihan-latihan untuk Ru'yatul Hilal, yang dari MPC-MPC, ada juga yang datang, setelah itu barulah kita menuju kesini setelah Ashar, dan mempersiapkan alat-alat ini, serta dimulai Ru'yah sejak waktu terbenamnya matahari," pungkasnya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS