Hidayah Ramadan Tuntun Andreas Menjadi Mualaf di Masjid Al Akbar Surabaya

Andreas sendiri mengaku merasa menemukan agama yang membuat dirinya nyaman.

Chandra Iswinarno
Minggu, 05 Mei 2019 | 22:49 WIB
Hidayah Ramadan Tuntun Andreas Menjadi Mualaf di Masjid Al Akbar Surabaya
Ketua Umum MUI Jatim KH Abu Shomad Bukhori (berjas putih) tuntun Andreas (berbaju putih) membaca syahadat di Masjid Al Akbar Surabaya,usai Salat Tarawih berjemaah. [Suara.com/Dimas Angga P]

SuaraJatim.id - Suasana haru menyelimuti Jemaah Masjid Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, usai pelaksanaan Salat Tarawih pada malam pertama Ramadan 1440 Hijriah. Lantaran, pada awal Ramadan tahun ini, seorang non-muslim berikrar menjadi mualaf di hadapan jemaah.

Mualaf yang diketahui bernama Andreas (37) akhirnya mendapat hidayah dan berkah di ulan Ramadan. Andreas usai mengucap dua kalimat syahadat pun merasa lega setelah resmi dinyatakan masuk Islam pada malam pertama di bulan yang penuh berkah ini.

"Keinginan masuk Islam sudah lama, baru terlaksana hari ini. Lega, plong rasanya, tidak terbayangkan," ujarnya kepada Suara.com, Minggu (5/5/2019) malam.

Andreas sendiri mengaku merasa menemukan agama yang membuat dirinya nyaman.

Baca Juga:Begini Cara Ajak Laptop Jadi Mualaf

"Karena saya ingin ke jalan yang benar. Sebelumnya di agama saya yang dahulu belum menemukan yang srek dan meyakini, dan akhirnya saya memilih untuk masuk Islam," ujarnya.

Meski begitu, keluarga Andreas, anak istrinya, belum menjadi muslim, saat ini hanya dia seorang yang sudah resmi memeluk Islam.

"Saya sudah beristri dan memiliki anak satu. Saat ini saya tinggal di Mess Gayung Kebonsari, sebagai pegawai negeri sipil. Anak sama istri belum tahu, ya nanti saya beri tahulah, yang penting saya islam dulu, belajar solat yang bener belajar tentang islam yang bener. Baru saya bilang ke anak dan istri saya. Tidak muluk-muluk," ungkapnya.

Diakuinya, dalam keluarganya sendiri sebenarnya kakek dan neneknya beragama Islam, namun karena sang ibu berpindah agama, akhirnya Andreas memeluk agama ibunya.

"Sebenarnya kakek dan nenek saya seorang muslim. Saya bersama teman saya yang menuntun masuk Muslim," ujar Andreas.

Baca Juga:Dulu Bilang Alquran Racun, Politikus Anti Islam Belanda Kini Jadi Mualaf

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Timur yang menuntun Andreas berikrar masuk Islam, KH Abu Shomad Bukhori berharao agar tetap memberikan dorongan bagi mualaf, untuk semakin tekun beribadah.

"Seharusnya mereka harus diawasi terus, terbina, semacam harus ada organisasinya ya, mestinya anak-anak muda ini yang harus tampil di acara seperti ini," ungkap Abu Shomad.

Sementara, Kepala Bagian Dakwah Masjid Al Akbar M Abdul Choliq Idris mengatakan Andreas adalah mualaf pertama yang diikrarkan pada Bulan Ramadan tahun ini.

"Andreas ini pertama kali di Bulan Ramadhan tahun ini, dan momentumnya spesial, baru kali ini dalam sejarah, selesai solat tarawih berjama'ah," pungkasnya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini