Modus Jualan Es, Residivis Kambuhan Colong Pistol Kapolsek saat Sembahyang

Agung Sandy Lesmana
Modus Jualan Es, Residivis Kambuhan Colong Pistol Kapolsek saat Sembahyang
WS, pencuri pistol kapolsek ditembak saat ditangkap. (beritabali.com).

"Tersangka lalu menekan kaca mobil. Setelah terbuka, tersangka melihat tas di bawah jok belakang dan mengambilnya," kata dia.

Suara.com - Penjual es keliling berinisial WS (42) dibekuk lantaran nekat mencuri pistol dinas milik Kapolsek Kota Negara Kompol Ketut Maret di Pura Sakenan Serangan Denpasar Selatan. Penangkapan tersebut dilakukan setelah WS buron nyaris dua minggu pasca mencuri pistol pejabat polisi yang sedang bersembahyang.

Akibat aksi nekatnya itu, bujang lapuk yang sudah 10 kali masuk penjara terkait serangkaian kasus pencurian terpaksa dihadiahkan timah panas di bagian kakinya saat ditangkap petugas.

"Dia (WS) ditangkap di tempat jualannya di Pasar Kreneng Denpasar. Barang bukti 1 buah senjata api pistol Jenis HS-9 buatan Ceko organik Polri beserta magazin sudah diamankan,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono seperti dikutip dari  Beritabali.com--jaringan Suara.com, Jumat (16/8/2019).

Benny menyampaikan, kronologis pencurian pistol Kapolsek yang terjadi pada Minggu (3/8/2019) lalu. Dengan modus berjualan es, WS berkeliling di parkiran Pura Sakenan. Ia melihat mobil Taff DK 1904 ET, milik Kapolsek Kota Negara Kompol Ketut Maret, yang kaca pintunya tak tertutup rapat.

"Tersangka lalu menekan kaca mobil. Setelah terbuka, tersangka melihat tas di bawah jok belakang dan mengambilnya," kata dia.

Setelah mencuri tas, pria yang tinggal di Panti Asuhan Kemoning Pesinggahan Klungkung itu mengambil uang Rp 1 juta dan pistol di dalam tas. Selanjutnya, tas dibuang ke sungai dan ternyata di dalam tas masih ada 2 peluru.

WS kemudian mengubur pistol organik Polri itu di lapangan GOR Ngurah Rai, Denpasar dengan menggunakan pembungkus plastik.

Benny mengatakan, WS mengakui senjata yang dicuri milik Polri. Lantaran mengaku sedang butuh uang, WS pun menjualnya pistol kapolsek seharga Rp 500 ribu bermodus penjualan Air Soft Gun.

“Tersangka ini sudah 10 kali masuk penjara, terlibat serangkaian kasus pencurian salah satunya pencurian sepeda motor. Dia baru bebas April 2018 lalu,” kata dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS