Tampil di Gang Dolly, Gus Miftah Singgung Ustaz Ditolak Berceramah

"Lek ceramah wani ngomong khilafah, ngomong HTI, NKRI, sampek wani nyindir ahli sunnah nyindir Pancasila parani gepuk cangkeme," kata Gus Miftah

Bangun Santoso
Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:04 WIB
Tampil di Gang Dolly, Gus Miftah Singgung Ustaz Ditolak Berceramah
Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah memberikan ceramah agama di eks lokalisasi Gang Dolly, Rabu (9/10/2019) malam. (Suara.com/Arry Saputra)

SuaraJatim.id - Baru-baru ini dikabarkan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang awalnya diundang untuk memberikan kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun belakangan acara itu batal karena ditolak pihak kampus.

Terkait munculnya sejumlah penolakan terhadap beberapa penceramah atau ustaz, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang biasa dikenal Gus Miftah mengatakan, munculnya penolakan itu merupakan hal yang buruk. Di mana hal itu bisa memicu masalah besar.

Hal itu dikatakan Gus Miftah saat mengisi ceramah di eks lokalisasi Dolly, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/10/2019) malam.

"Ada ustaz yang mau ke Surabaya itu biarkan saja. Itu ada surat keberatan namanya sudah jelek. Maka saya ndak setuju kalo ada ustaz siapa, ada surat keberatan itu bahasanya jelek," kata Gus Miftah.

Baca Juga:Isi Ceramah di Gang Dolly, Gus Miftah: Dulu yang Teriak Germo

Menurut dia, biarkan ustaz tersebut memberikan khotbah pengajian. Namun, apabila dalam isi pengajiannya berisi sindiran terhadap Ahli Sunnah ataupun Pancasila, maka silahkan dipukuli.

"Lek ceramah wani ngomong khilafah, ngomong HTI, NKRI, sampek wani nyindir ahli sunnah nyindir Pancasila parani gepuk cangkeme. (Sampai berani menyindir ahli sunnah wal jamaah, atau nyindir Pancasila datangi pukul mulutnya)," kata Gus Miftah.

"Siapapun yang berani merusak Pancasila kita di garda depan untuk melindungi Indonesia," imbuh dia.

Gus Miftah pun berdoa dan berharap bahwa siapapun yang akan datang untuk memberikan pengajian ataupun khotbah harus diyakini akan membawa berkah bagi Surabaya.

"Pokoke mugo-mugo, siapapun yang datang yakinlah membawa berkah ke Surabaya," katanya lagi.

Baca Juga:Dakwah di Kelab Viral, Gus Miftah Ungkap Reaksi Mbah Moen saat Video Call

Gus Miftah pun memberikan wejangan bahwa sebesar apapun dosa umat manusia pasti akan di ampuni jika bertaubat. Masih ada masa depan lebih lebih besar daripada masa lalu.

"Kalau kamu merasa dosa sebesar kapal, ingatlah ampunan tuhanmu lebih luas dari pada lautan. Maka kalian harus ingat kenapa kaca mobil bagian depan lebih besar drpd bagian kaca spion. Jawabannya adalah karena masa depan kita jauh lebih besar daripada masa lalu kita," imbuh Gus Miftah berpesan.

Kontributor : Arry Saputra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak