alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Makan Nasi Ultah, Warga Satu RT di Tuban Keracunan Massal

Bangun Santoso Minggu, 13 Oktober 2019 | 07:05 WIB

Makan Nasi Ultah, Warga Satu RT di Tuban Keracunan Massal
Ilustrasi korban keracunan massal dirawat di rumah sakit. (Antara)

Usai makan nasi bancakan itu, sejumlah warga mendadak mual, pusing lemas hingga ada yang kejang-kejang.

SuaraJatim.id - Puluhan warga Dusun Jantingan, Desa Jombok, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diduga mengalami keracunan massal. Mereka mual-mual, pusing, muntah disertai diare setelah makan nasi dari hajatan acara ulang tahun atau ultah salah satu warga.

Lantaran mengalami muntah-muntah, belasan warga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dilaporkan masih ada empat orang yang kondisinya parah dan masih menjalani perawatan di rumah sakit, Sabtu (12/10/2019) malam.

“Yang mendapatkan nasi bancakan (hajatan) itu ya warga satu RT. Setelah makan, badan terasa sakit semua, tulang-tulang rasanya nyeri, mual dan juga muntah,” ujar Sutarji (53), salah satu korban sebagaimana dilansir Beritajatim.com, Minggu (13/10/2019).

Badan Sutarji akhirnya lemas. Ia kemudian dibawa ke RSUD R. Ali Mansur, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Tak hanya Sutarji, sejumlah warga lainnya juga mengalami hal serupa.

Baca Juga: Perawat RSUD Cianjur Keracunan Massal Usai Minum Susu Kedaluwarsa

“Banyak yang mengalami keracunan,” katanya saat masih menjalani perawatan di RSUD R. Ali Mansur.

Dari belasan warga yang mengalami keracunan, terdapat satu orang yang kondisinya cukup parah hingga harus di rujuk ke rumah sakit di Bojonegoro.

Korban tersebut diketahui mengalami muntah-muntah hingga kejang-kejang. Hingga kini masih belum diketahui perkembangan kondisi korban tersebut.

“Ini merupakan kejadian luar biasa, karena secara bersamaan warga mengalami diare dan muntah-muntah. Setelah mendapatkan perawatan, 10 warga sudah diperbolehkan pulang, karena kondisinya membaik. Sedangkan 3 orang masih dalam perawatan dan satu pasien lainnya dirujuk ke Bojonegoro,” ungkap dr. Nur Afifah, salah satu dokter di rumah sakit tersebut.

Dari pihak rumah sakit sendiri menduga penyebab warga yang mengalami muntah-muntah dan harus mendapatkan perawatan medis itu lantaran keracunan makanan. Namun, sampai saat ini belum diketahui hasil uji lab dari makanan yang disantap warga itu.

Baca Juga: Ingin Perkasa Minum 'Kopi Jantan', 14 Pria di Sumedang Malah KO Keracunan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait