Imbau Pejabat Tak Beri Salam Selain Assalamualaikum, MUI: Rusak Agama

Reza Gunadha
Imbau Pejabat Tak Beri Salam Selain Assalamualaikum, MUI: Rusak Agama
ILUSTRASI - Kantor Majelis Ulama Indonesia (Suara.com/Stephanus Aranditio)

"Jadi ketika umat Muslim bertemu diawali dengan itu, semoga mendapat keselamatan yang diberikan oleh Allah," kata dia.

SuaraJatim.id - Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur mengklaim, imbauan agar pejabat publik beragama Islam tak mengucapkan salam semua agama saat berpidato adalah agar tak terjadi “pluralisme dalam suatu keyakinan”.

Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori mengatakan, apabila semua salam digunakan atau menggunakan salam campuran, sama saja dengan mencampuradukkan agama, sehingga akan menjadi “pluralisme dalam agama” [sic!].

"Itu tidak boleh (pluralisme agama). Saya terangkan, di dalam tausiyah, agama itu tidak boleh, karena agama itu eksklusif, karena keyakinan itu adalah sistem. Agama itu sistem keyakinan dan agama punya sistem ibadah sendiri-sendiri," katanya saat dihubungi kontributor Suara.com, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, ketika semua salam digunakan dalam pidato, hal itu bukan sebagai wujud toleransi. Justru hal itu bisa menjadi kekeliruan dalam ajaran agama tertentu.

"Kaitannya dengan toleransi, kami setuju dalam perbedaan, saling menghormati, menghargai. Bukan berarti kalau orang salam menyebut semua itu wujud kerukunan. Itu perusak ajaran agama tertentu," ujarnya.

Ia menjelaskan, imbauan atau seruan disampaikan karena salam merupakan doa, dan doa adalah ibadah.

Untuk itu, kata dia, ketika umat Islam atau pejabat publik menggunakan salam pembuka, sebaiknya menggunakan salam dalam agamanya, yakni mengucapkan 'Assalamualaikum'.

"Jadi ketika umat Muslim bertemu diawali dengan itu, semoga mendapat keselamatan yang diberikan oleh Allah. Kalau saya menyebut Assalamualaikum, itu doa semoga Allah SWT memberi keselamatan kepada kamu sekalian dan itu salam umat Islam," "jelasnya.

Begitu juga dengan agama lain, lanjut dia, mereka juga harus menggunakan salam dari agama yang mereka anut.

"Nah agama lain juga punya, misalnya Hindu kayak apa, agama Kristen kayak apa, agama Buddha seperti apa. Agama lain kelompok aliran juga seperti apa. Misalnya gubenur Bali, ya dia pakai salam Hindu. Karena salam itu adalah doa, dan doa itu ibadah. Ini menyangkut Tuhan dan agamanya masing-masing," lanjutnya.

Kontributor : Arry Saputra

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS