Detik-detik Bus Kramat Jati Kecelakaan Berangkat dari Pulo Gebang

Pebriansyah Ariefana
Detik-detik Bus Kramat Jati Kecelakaan Berangkat dari Pulo Gebang
Bus PO Kramat Jati jurusan Jakarta - Surabaya terperosok usai menabrak pembatas jalan tol Surabaya - Mojokerto (Sumo), tepatnya di KM 718.600. Akibat kejadian tersebut, tiga penumpang meninggal dan 28 orang lainnya luka-luka. (Beritajatim.com/Istimewa)

Sebelumnya istirahat di RM. Singgalang Cikedung Subang Jabar.

SuaraJatim.id - Kecelakaan maut Bus Kramat Jati di KM 718.600/B di Ruas Tol Surabaya-Mojokerto yang menewaskan 2 penumpang diduga akibat sopir bus mengantuk. Kekinian, seluruh korban telah dilarikan ke tiga rumah sakit terdekat, yakni di RS. Citra Medika Mojokerto, RS. Anwar Medika Krian dan RS. Petrokimia Driyorejo Gresik untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Wadirlantas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu menjelaskan, semula kendaraan Bus PO. Kramat Djati pada hari Selasa pukul 14.30 Wib berangkat dari Terminal Pulau Gebang Jakarta Timur di kemudikan oleh Masrur, lalu istirahat di RM. Singgalang Cikedung Subang Jabar.

Wadirlantas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu. (Suara.com/Ali Achmad)
Wadirlantas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu. (Suara.com/Ali Achmad)

"Saat nelanjutkan perjalan kembali, kemudian diganti sopir (2) Sdr. Hadi Rosidi sampai masuk akses tol Colok Madu Solo Jateng pukul 24.00 Wib di ganti lagi sama sopir (1) Sdr. Masrur dan istirahat di Rest Area RM. Utama Caruban Madiun," jelasnya, Rabu (27/11/2019).

Setelah istrihat, lanjut Budi, perjalanan kembali lanjut dengan pengemudi sopir 1. Pada perjalanan tersebut, kecepatan diperkirakan 100 km/jam arus lalu lintas sepi lancar.

"Setibanya di KM 718.600, tiba-tiba pengemudi merasa mengantuk lalu bus oleng ke kanan dan menabrak pembatas U-turn rantai yg berada di tenggah namun kendaraan masih melaju dan menabrak pembatas tol di jalur B lalu kendaraan masuk ke sawah milik warga," tegasnya.

Akibat dari kecelakaan tersebut, dari total 32 penumpang, meninggal 2 orang, luka berat 6 orang, luka ringan 13 orang dan sehat 11 orang.

"Saat ini aggota masih teus bekerja di lapangan," pungkasnya.

Kontributor : Achmad Ali

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS