Wabah Corona, Ujian Nasional SMA di Jawa Timur Mundur Jadi 6 April 2020

Pebriansyah Ariefana
Wabah Corona, Ujian Nasional SMA di Jawa Timur Mundur Jadi 6 April 2020
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Rabu (18/3/2020). [Suara.com/Arry Saputra]

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dalam jumpa pers di Grahadi Surabaya, Minggu (22/3/2020) sore.

SuaraJatim.id - Ujian nasional SMA di Jawa Timur mundur karena wabah virus corona. Semula digelar 30 Maret, sekarang diputuskan akan digelar 6 April 2020.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dalam jumpa pers di Grahadi Surabaya, Minggu (22/3/2020) sore.

"Maka yang seharusnya UN bagi siswa SMA tanggal 30 Maret akan diundur menjadi 6 April untuk UN SMA kita tunda," imbuhnya.

Dalam jumpa pers itu juga, Khofifah menjelaskan jika Pegawai Negeri Sipil atau PNS di Jawa Timur tidak work from home atau bekerja dari rumah semua. Hanya saja jadwalnya diatur selang-seling. Merumahkan ASN sehari, dan ke kantor sehari.

"Maka diputuskan sehari masuk, sehari kerja di rumah, masing-masing akan dikoordinasikan dengan pimpinan OPD, tetapi dengan SOP yang sama, jadi mereka harus menjaga jarak sosial, mereka harus dalam keadaan cuci tangan," ujar Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga sudah mempersiapkan wastafel yang suplai air, sabun, dan cairan disinfektan yang cukup, untuk PNS mendapat jadwal masuk ke kantor.

"Di setiap kantor ada air mengalir, disinfektan dan kita sudah mengembangkan room screening ini, kita akan melakukan eksensifikasi di OPD-OPD disediakan menyiapkan room screening, supaya menyiapkan staf kantor sudah dalam keadaan terscreening," ungkapnya.

Meski memberikan instruksi tersebut, Khofifah berharap PNS yang bekerja di rumah agar bisa terus standby.

"Meski kerja di rumah, ASN harus standby, agar nantinya bisa siap jika ada rapat koordinasi dengan Kepala OPD yang terkait," ucap Khofifah.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali memperpanjang masa belajar siswa SMA di rumah. Yang awalnya 16 sampai 29 Maret 2020, diperpanjang hingga 5 April 2020. Setelah membuat peraturan baru untuk ASN, ia juga memberikan keterangan memperpanjang masa belajar siswa SMA di rumah masing-masing.

"Kemudian untuk pendidikan, ini berbeda dengan ASN yang ada di dalam rumpun OPD yang lain, di bidang pendidikan kita putuskan bahwa, perpanjangan belajar di rumah dilakukan sampai tanggal 5 April, semula dari 16 Maret sampai dengan 29 Maret. Tapi tadi malam, rapat dengan tim OPD semuanya, mengambil keputusan, bahwa proses belajar di rumah bagi siswa didik kita perpanjang sampai 5 April," ujar Khofifah.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS