Balai Desa Gresik Diserbu Warga karena BLT Corona Tak Transparan

Pebriansyah Ariefana
Balai Desa Gresik Diserbu Warga karena BLT Corona Tak Transparan
Puluhan warga Desa Romoo, Kecamatan Manyar, Gresik melakukan unjuk rasa (Unras) di balai desa. (BeritaJatim)

Adanya ketimpangan di desanya dalam pembagian bansos corona.

SuaraJatim.id - Puluhan warga Desa Romoo, Kecamatan Manyar, Gresik melakukan unjuk rasa (Unras) di balai desa. Menurut mereka bansos corona atau bantuan langsung tunai (BLT) corona tidak transparan.

Bahkan menurut mereka tidak tepat sasaran. Korlap aksi Hidayat menjelaskan adanya ketimpangan di desanya dalam pembagian bansos corona.

“Usut tuntas ketimpangan anggaran dan segera ganti Kades Rusdiyanto karena melakukan penyalahgunaan,” tuturnya, Rabu (24/06/2020).

Selain melakukan orasi, warga yang berunjuk rasa juga menuntut 11 tuntutan. Di mana, dari salah satu pointnya adalah dana CSR dari PT Smelting Gresik sebesar Rp 130 juta dimasukkan ke rekening desa.

Selain itu, penerima bantuan BLT Covid-19 tidak merata. Sebab, ada warga yang tidak berhak malah menerima bantuan.

Usai melakukan orasi selama 30 menit. Sempat ada ketegangan, antara warga yang pro dan kontra. Namun, ketegangan itu dilerai dan dibubarkan anggota Polsek Manyar. Pasalnya, petugas berdalih aksi ini tidak ada izinnya.

Secara terpisah, terkait dengan aksi warga ini. Kepala Desa (Kades) Roomo Rusdiyanto menyayangkan aksi ini. Sebab, dirinya tidak diberitahu bila ada aksi warga.

“Ini kan sebagai bentuk aksi warga menyampaikan aspirasi. Cuma sayangnya aksi tersebut tidak berizin,” tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS