Ponorogo Alami Kekeringan Parah, Ratusan Warga Butuh Air Bersih

Masing-masing desa dikirim 6 ribu liter air bersih, atau satu truk tangki.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 28 Juli 2020 | 23:19 WIB
Ponorogo Alami Kekeringan Parah, Ratusan Warga Butuh Air Bersih
Sejumlah warga di Kepanewonan Tanjungsari, Gunungkidul tengah mengambil air dari tangki truk, Selasa (14/7/2020). [Kontributor / Julianto]

SuaraJatim.id - Warga Ponorogo mengalami kekeringan parah. Ratusan warga membutuhkan air bersih. Sebab di sana krisis air.

Pengiriman air bersih pun mulai dilakukan oleh BPBD Ponorogo. Pada pengiriman perdana ini, ada dua desa yang menjadi tujuan pengiriman.

Yakni Dukuh Jenggring di Desa Duri Kecamatan Slahung, dan Dukuh Kates di Desa Pandak Kecamatan Balong. Ada ratusan warga di dua dukuh tersebut yang membutuhkan air bersih.

“Beberapa hari terakhir, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Maka hari ini kami droping air bersih,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Setyo Budiono, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga:Top 5 SuaraJogja: Hasil Swab Jokowi hingga 7 Area Bantul Rawan Kekeringan

BPBD Ponorogo, kata Budi menyebut masing-masing desa dikirim 6 ribu liter air bersih, atau satu truk tangki. Dari data BPBD Ponorogo di Desa Duri ada 25 jiwa yang kesulitan air bersih.

Sementara di Desa Pandak, ada 37 jiwa. Air uang dikirim itu, diklaim Budi bisa mencukupi kebutuhan warga yang terdampak selama beberapa hari ke depan.

“Di dua desa itu memang sumber airnya sudah kering, selain itu juga mengalami penyusutan,” katanya.

Data 2019 lalu, kekeringan terjadi di 47 titik yang tersebar di 14 desa dan 10 kecamatan di bumi reyog. Melihat banyaknya wilayah kekeringan pada tahun lalu, menjadi acuan BPBD Ponorogo untuk lebih waspada pada tahun ini. Di awal musim kemarau ini, kata Budi untuk sementara yang sudah meminta droping air, ya di dua desa tersebut. “Belum ada tujuan pengiriman lain, selain di dua desa itu,” kata Budi.

Untuk diketahui, memasuki musim kemarau, BPBD Ponorogo sudah menyiapkan tiga truk tangki air untuk menyuplai air bersih ke desa-desa di bumi reyog yang dilanda kekeringan. Biasanya permintaan droping air bersih di awal musim kemarau seperti ini, adalah wilayah dataran tinggi. Sebab, masyarakatnya kesulitan mengakses air bersih menggunakan sumur atau sumber lainnya.

Baca Juga:Berikut 7 Wilayah Paling Rawan Terdampak Bencana Kekeringan di Bantul

“Di awal kemarau ini, kami siagakan tiga truk tangki untuk suplai air bersih di daerah yang mengalami kekeringan,” kata Kalaksa BPBD Imam Basori.

Untuk sementara, tiga unit kendaraan tersebut dinilai cukup untuk kegiatan droping air bersih di awal kemarau ini. Namun jika kelak jumlah desa penerima semakin banyak, BPBD akan mengajukan bantuan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak