Ibu, Begini Posisi Menyusui yang Benar

Posisi saat menyusui dapat berpengaruh terhadap jumlah Air Susu Ibu atau ASI yang dihasilkan.

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:02 WIB
Ibu, Begini Posisi Menyusui yang Benar
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

SuaraJatim.id - Posisi saat menyusui ternyata memiliki pengaruh besar terhadap jumlah Air Susu Ibu atau ASI yang dihasilkan oleh ibu.

Posisi yang keliru atau bahkan kondisi ibu yang tidak tenang, bisa membuat bayi menjadi tidak nyaman saat diberi ASI. 

Untuk alasan itu, Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Elizabeth Yohmi Sp.A membagikan posisi menyusui yang benar. 

Pertama, saat digendong, bayi harus benar-benar menghadap ke arah ibu.  "Jadi kepala, leher, bokong, muka itu harus  menghadap ke payudara. Dada ibu dan anak menempel, dan tangan memeluk. Ini kunci," kata Elizabeth dalam siaran langsung bersama Instagram IDAI, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Dramatis, Ada Ibu Melahirkan di Mobil Patroli Polisi

Kedua, ia menambahkan bahwa posisi ibu juga sangat menentukan banyak tidaknya ASI.

Disarankan ibu tetap duduk tenang bersender dan tidak membungkuk yang pada akhirnya bisa membuat bayi merasa lelah hingga tidak nyaman. 

Ketiga, setelah posisi ibu sudah dipastikan aman, ibu bisa mulai mengarahkan puting payudara ke bibir atas bayi.

Elizabeth tidak menyarankan puting diarahkan lurus mengarah ke mulut bayi. Karena itu justru bisa mengakibatkan puting ibu terjepit dan menjadi lecet.

"Bayi mulutnya terbuka, baru kita masukan dari atas ke dalam menyusuri langit-langit. Sehingga puting itu di dalam rongga mulut dan tidak terjepit, biasanya aman tidak lecet," katanya.

Baca Juga:Wajib Tahu, Ini 6 Kekuatan 'Ajaib' ASI yang Jarang Diketahui

Intensitas menyusui juga dianggap bisa memengaruhi produktifitas ASI. Karena itu, ia mengingatkan agar ibu selalu menghindari stres meski diawal kelahiran air susu belum juga keluar. 

Ia menjelaskan bahwa produktifitas ASI dipengaruhi hormon prolaksin yang memerlukan rangsangan hisapan bayi.

"Dengan rangsangan hisapan bayi, itu akan merangsang puting susu ibu yang ada banyak syaraf untuk stimulasi. Otak ibu akan berkerja memproduksi hormon tersebut dan memproduksi ASI yang banyak," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak