Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Agenda Karapan Sapi di Tengah Pandemi, Tanpa Penonton Tapi Live di Medsos

Chandra Iswinarno Senin, 28 September 2020 | 00:30 WIB

Agenda Karapan Sapi di Tengah Pandemi, Tanpa Penonton Tapi Live di Medsos
Agenda karapan sapi di Bangkalan tidak dihadiri penonton. Namun even tradisi tersebut disiarkan langsung di media sosial. [Beritajatim.com]

Dalam even tersebut, terdapat 24 pasang sapi yang mengikuti karapan sapi tingkat kawedanan.

SuaraJatim.id - Pandemi Virus Corona yang sudah terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan, ternyata tak menyurutkan asa pegiat seni budaya untuk terus melanjutkan tradisi.

Salah satunya seperti yang dilakukan warga di Kabupaten Bangkalan. Sejumlah pegiat tradisi karapan sapi tetap menggelar even balap hewan ternak tersebut untuk tingkat kawedanan pada Minggu (27/9/2020).

Namun, ada yang berbeda dalam penyelenggaraan karapan sapi kali ini. Jika biasanya tradisi balap sapi tersebut diramaikan sorak sorai penonton yang memadati sepanjang arena, kini tidak ada lagi dukungan langsung seperti itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan Moh Hasan Faisol mengatakan, even karapan sapi yang dimulai hari ini (Minggu, 27/9/2020) disiarkan secara live streaming melalui media sosial Youtube dan Facebook.

Dengan demikian, para pecinta karapan sapi tetap bisa menyaksikan di rumah masing-masing.

"Karena memang Covid-19 dan tidak boleh ada kegiatan keramaian, maka karapan sapi digelar tanpa penonton dan bisa disaksikan di akun Ian Blue 78 sebagai media official yang menayangkan," katanya seperti dilansir Beritajatim.com-jaringan Suara.com.

Dalam even tersebut, terdapat 24 pasang sapi yang mengikuti karapan sapi tingkat kawedanan. Dari setiap tim, hanya diperbolehkan membawa 10 kru dan harus melalui proses rapid tes.

“Ya, semua yang ada di lapangan harus rapid dan itu difasilitasi oleh pak bupati,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanah Merah Dajah, sekaligus ketua panitia acara karapan sapi, Kasrawi mengaku, bersyukur even tahunan tersebut bisa dilaksanakan meski tanpa penonton.

"Ya memang sangat terasa perbedaannya. Namun, Alhamdulillah masih boleh digelar. Semua kru dirapid dan hasilnya semua non reaktif," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait