Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kecelakaan Lalu Jatuh ke Bendungan, 2 Pelajar Lamongan Tewas

Bangun Santoso Selasa, 29 September 2020 | 06:35 WIB

Kecelakaan Lalu Jatuh ke Bendungan, 2 Pelajar Lamongan Tewas
Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

Kedua pelajar itu ditemukan warga sudah tewas mengapung di Bendungan Gerak Sembayat, Kabupaten Gresik

SuaraJatim.id - Dua pelajar SMP asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ditemukan meninggal mengapung di Bendung Gerak Sembayat (BGS), Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, setelah sebelumnya terjatuh di beton pembatas bendungan tersebut, Senin.

Kapolsek Bungah, AKP Sujiran dikonfirmasi di Gresik, Senin, mengatakan dua pelajar yang masih duduk di kelas 3 SMP itu bernama Andri (15) warga Dusun Alang-alang RT 01/RW 05 dan Alfian (15) warga Dusun Ngajaran, Desa Karang Binangun, Kecamatan Karang Binangun, Kabupaten Lamongan.

"Berdasarkan dari rekaman CCTV, sekitar pukul 09.10 WIB, keduanya terlihat melintas di area BGS. Dan tiba-tiba salah satu korban terjatuh. Kedua korban laki-laki itu ternyata terpeleset terlebih dahulu sebelum terjatuh ke dalam bendungan dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pukul 09.30 WIB," kata Sujiran, kepada wartawan.

Kedua korban, kata polisi, berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio GT S 6687 LL, dan terjatuh di jalanan beton.

“Diduga Andri terjatuh ke bendungan disusul Alvian yang berusaha memberi pertolongan. Karena tidak bisa berenang keduanya tenggelam,” ucapnya.

Tidak sampai setengah jam, kemudian sekitar pukul 09.30 Wib kedua korban terlihat di permukaan dalam kondisi mengapung terbujur kaku.

"Keduanya sudah tewas dalam keadaan mengapung di tepi bendungan," ungkapnya.

Sebelumnya, informasi diterima warga adanya sepeda motor Mio GT warna hitam strip merah nopol S 6687 LL tergeletak di bawah bendungan.

"Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kemungkinan salah satu korban terjatuh dan korban satunya ingin menolong namun terjerat tanaman air," tuturnya.

Informasi yang beredar, kedua korban pamit sebelum berpergian namun tidak menjelaskan pergi kemana pada Minggu (27/9), namun tidak kunjung pulang kedua orang tua korban mencari di kampung hingga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di BGS, jasad korban langsung dibawa menuju RSUD Ibnu Sina, Kabupaten Gresik. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait