alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jasad Gadis Syiah Ditolak Warga Tinggal Bersama Kakek-Neneknya di Jemundo

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 30 Oktober 2020 | 17:32 WIB

Jasad Gadis Syiah Ditolak Warga Tinggal Bersama Kakek-Neneknya di Jemundo
Proses pemakaman NA Gadis Pengungsi Syiah Sampang. [Beritajatim.com]

Bahkan keluarganya sampai mengungsi di rusun itu.

SuaraJatim.id - NA (17), perempuan pengikut syiah yang jenazahnya ditolak warga tinggal di Rumah Susun (Rusun) Jemundo, Sidoarjo. Si gadis dianggap mengikuti ajaran sesat.

Bahkan keluarganya sampai mengungsi di rusun itu. Informasi ini dibenarkan koordinator penyintas, Tajul Muluk.

"NA sendiri merupakan warga saya, saudara pengungsi. Posisinnya sama seperti kami. Dia dengan kedua kakek dan neneknya selama hidupnya," ujar Tajul kepada SuaraJatim.id, Jumat (30/10/2020).

Sebagai koordinator dari penyintas kelompoknya, Tajul mengaku sempat terlambat mendapatkan informasi mengenai jasad NA yang mendapat penolakan oleh warga.

"Saya waktu itu lagi di Malang karena ada yang meninggal juga keluarga saya. Dan saya nggak dikasih tahu. Tahunya dikabarkan dan terjadi penolakan," katanya.

Di tempat tinggal NA yang terletak di Desa Blu'uran Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang juga diakui Tajul telah lama warganya melakukan penolakan.

"Lagian lama juga di situ (mendapat penolakan), jadi saya tidak bisa berbuat banyak," tambahnya.

Tajul menceritakan bahwa NA berpisah dengan kedua orang tua seusai ada konflik sosial beberapa tahun silam. Saat masih kecil, NA ikut ke pengungsian bersama kakeknya di Sidoarjo.

“NA tidak menetap di Sidoarjo. Karena dia terkadang pulang untuk bertemu keluarga di Madura," jelasnya.

Sebelum meninggal dunia, NA mengalami sakit dan mendapat perawatan di rumah sakit wilayah Madura. Tajul memperkirakan bahwa NA sakit selama 4 bulanan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait