Vaksin Meningitis, Kapan Sebaiknya Diberikan Kepada Anak?

Vaksin meningitis akan mencegah anak dari risiko terkena penyakit peradangan selaput otak yang mengancam nyawa ini.

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri
Sabtu, 07 November 2020 | 05:27 WIB
Vaksin Meningitis, Kapan Sebaiknya Diberikan Kepada Anak?
Ilustrasi meningitis. (Shutterstock)

SuaraJatim.id - Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Penyebab yang paling umum adalah infeksi virus, meski bisa juga disebabkan oleh bakteri atau jamur. Penyakit ini bisa menyerang siapapun, terutama anak-anak, dengan risiko terbesar berupa kematian. Itu sebabnya, orangtua patut waspada terhadap penyakit yang satu ini.

Meningitis sendiri sangat berbahaya bila tidak dilakukan pengobatan secara cepat dan tepat. Dampaknya bahkan bisa sampai menyebabkan pasien meninggal dunia.

Medical & Training ZAP, dr. Wulan, mengatakan bahwa meningitis pada anak memiliki gejala batuk, pilek, rewel, gelisah, kejang, dan tidak sadar. Jika tidak diatasi, anak bahkan bisa meninggal dunia.

“Umumnya yang terjadi anak akan menangis. Anak juga susah ditenangkan, lemas, dan fotopobia, jadi kalau ada cahaya merasa terganggu,” ujar Wulan dalam pernyataannya saat live di Instagram ‘Kenapa Harus Vaksin’, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga:Jika Lambat Terdiagnosis, Meningitis Bisa Sebabkan Respon Otak Anak Menurun

Tak hanya itu, meningitis sering membuat suhu tubuh anak berubah secara ekstrim, terutama pada area tangan, kepala dan kaki. Namun, pada waktu tertentu, tubuh anak akan terasa dingin, kemudian kembali panas.

“Meningitis terjadi pada anak akan berbeda-beda, tapi bahayanya kalau kena tidak segera diobati, itu sangat fatal sekali,” kata dia.

Untuk mencegah anak mengalami meningitis, anak sebaiknya diberi vaksin meningitis. Dia menambahkan bahwa batas usia anak diberikan vaksin meningitis dianjurkan boleh pada usia dua tahun.

“Usia dua tahun masih boleh dilakukan pada anak diberikan vaksin meningitis. Tapi, jika memang masih ragu untuk melakukannya itu, orangtua perlu melakukan konsultasi terlebih dulu ke dokter,” tutur Wulan.

Dia juga menghimbau kepada orangtua untuk selalu menjaga pola hidup sehat agar anak terlindungi dari penyakit meningitis. Dirinya juga berpesan lebih baik mencegah dari pada sebelum terkena meningitis ketimbang mengobati.

Baca Juga:Kenali Virus West Nile yang Ditemukan pada Nyamuk, Bisa Menular ke Orang!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak